Negeri Sivia Patuju julukan Kabupaten Tojo Una Una saat ini sedang berbenah untuk mengapai penghargaan kota Adipura. Tentu target itu butuh kerja keras dan dan perhatian khusus dari pemerintah daerah, melalui OPD dan instansi teknis terkait serta peran besar partisipasi masyarakat.
Opsesi meraih Kota Adipura perlu disahuti serempak karena tidak saja berdampak pada kemajuan daerah, namun upaya itu akan memberi arti dengan penataan kota, terlihat indah dan asri, termasuk penanganan dan pemeliharaan berbagai ruas jalan yang ada.
Catatan : H. Sam Asiku

Diketahui manfaat jalan raya adalah untuk memfasilitasi transportasi dan mobilitas, memperlancar distribusi barang dan jasa untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan konektivitas antar wilayah, mendukung aktivitas sosial dan budaya, bahkan berperan penting dalam pertahanan dan keamanan negara.
Jalan raya memungkinkan orang dan barang bergerak efisien, menghubungkan pusat-pusat penting, membuka peluang bisnis, dan memudahkan interaksi sosial.
Pemantau media ini, jalan depan pintu keluar Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Batang Polo arah jalur dua dari kantor bupati, menganggu pengguna jalan berkenderaan bermotor keluar dari dipusat pelayanan Bahan Bakar Minyak (BBM). dikecamatan Ratolindo tersebut.
Kerusakan nampak pula dibeberapa tempat badan jalan yang mengakses Bandara Tanjung Api dan Pusat perkantoran Uemalingku.
Gerusan air terlihat merusak aspal, dimana bupati Pertama H. Damsik Ladjalani meletakan tonggak sejarah pembanguan jalan Jalur dua sepanjang 9,3 Kilo Meter. Perlu dilakukan pembenahan maupun pemeiliharaannya, termasuk taman yang membela jalan jalur dua terkesan tidak terawat dan ditumbuhi rumput. Juga sangat penting, jalur jalan ini butuh penerangan jalan yang memadai, Ditelusuri Kamis 18 September 2025.
Khusus Jalan didepan SPU Batangpolo, arah Kantor bupati nampak jalan berlubang ada digenangi air saat hujan, dikuatirkan dapat mengakibatkan kecelakaan bagi pengendara motor.
Bukan hanya itu, kondisi kerusakan jalan dipenuhi genangan saat hujan, menjadi pemandangan yang buruk apalagi lokasi itu tepat berada dipintuk masuk dan keluar Bandar Udara Tanjung Api, sebagai icon Kabupaten Tojo Una Una.

Diruas Jalan Trans ini sering terjadi luapan air yang menyisahkan genangan setiap hujan
Satu hal yang perlu dilakukan pula terkait soal kewenangan, pemerintah daerah Tojo Una Una melalui PUPR Tojo Una Una perlu melakukan koordinasi dengan pemerintah Provinsi melalui Balai Jalan, soal genangan air setiap hujan diruas jalan tak jauh dari pintu masuk Bandara dari arah Kelurahan Dondo.
Beberapa kali terlihat saat hujan terjadi luapan yang meninggalkan genangan air hujan bahkan menutupi badan jalan saat hujan lebat.
Air terperangkap dibadan jalan yang diapit trotoar sisi kiri kanan badan jalan, tidak memiliki saluran pembuangan ke drainage.
Diketahui genangan air berpengaruh pada konstruksi bawah badan jalan yang rentan terhadap air.
Genangan air dapat merusak konstruksi jalan raya dengan mengurangi Kekuatan ikatan agregat-aspal, menyebabkan keretakan dan lubang, mempercepat erosi tanah di sekitarnya, serta mengurangi umur pakai jalan secara keseluruhan.

Penelusuran hari Jumat Hari Jumat 2025, terlihat jalan jalur dua sudah mulai dibenahi, pembersihan DMJ bahkan pembongkaran sebagian beton taman jalan karena lapuk.
Prospek kedepan Jalan Jalur dua dimungkinkan menjadi jalan kolektor akan menarik perhatian masyarakat, jika pengembangan kedepan tertatah dan memberi nilai ekonomi dalam pemanfaatanya.
Jalur dua adalah kewenangan daerah yang dapat difungsikan memindahkan lalu lintas dari jalan lokal, serta melayani pengumpulan dan pembagian lalu lintas dengan jarak perjalanan kecepatan rata-rata sedang, dirancang untuk menyeimbangkan antara akses ke properti dan mobilitas serta lalu lintas masyarakat.
Hal ini membutuhkan kolaborasi pihak pemangku kepentingan dalam menerapkan pemanfaatan jalan yang masksimal, dalam menghidupkan akses jalan menuju Kawasan Jalur dua agar memberi efek untuk pengembangan ekonomi antar wilayah.

Lama terdengar tentang gagasan pemetaan kawasan, wilayah Kecamatan Ampana Tete adalah Kawasan Pelabuhan besar dan Industri.
Disana ada pelabuhan besar dan pelabuhan penyemberangan feri, serta beberapa industri yang saat ini tak lagi produktif sehingga berpengaruh pada tenaga kerja lokal yang di resign.
Jika industri dikecamatan Tete akan bangkit lagi, tentu hal itu membutuhkan penerapan jalur jalan menuju Jalan Jalur dua untuk mengakses pusat perkantoran dan Kawasan perekonomian pertokoan terletak dikecamatan Ratolindo dan Kecamatan Ampana Kota, sejalan dengan keinginan menghidupkan pasar Rakyat Ampana yang selama ini sepih pengunjung.
Penataan Jalur dua adalah Kawasan yang belum tersentuh oleh berbagai kepentingan, sebetulnya menyimpan multi pengembangan, termasuk pengembangan Kawasan agro wisata, karena ditunjang lahan perkebunan masyarakat yang mengapit dua sisi jalan itu.
Seperti yang telah diwujudkan Kang Dedy diprovinsi Jawa Barat, hamparan lahan persawahan yang melatari ruas jalan tertatah apik, diantarai beberapa rest area kecil yang menonjolkan budaya daerah dan atraksi hiburan rakyat lokal yan selalu ramai. Penataan itu menjadi kesempatan menarik banyak pengunjung dari berbagai pelosok nusantara yang memberi konstribusi bagi kas daerah.
Bahkan satu gambaran dari jalan dan penataanya, beberapa tahun yang lalu saat melintas dipesisir pantai ibu Kota Kolaka Utara, perlu membayar tol untuk melintas jalan sepotong itu.
Mewujudkan impian kota Ampana yang mapan, butuh telunjuk sakti pimpinan, yang dibarengi ketangguhan pimpinan Dinas Parawisata yang dinamis berinovasi dan berkreasi.
Diketahui destinasi wisata tidak hanya berada dikepulauan Togean saja, tetapi banyak lokasi dan tempat yang bernilai jual menyebar didaratan Kabupaten Tojo Una Una.

Apakah tonggak penataan Ibu Kota Kabupaten akan dimulai dari sini?
Saat ini adalah perlu membangun pemahaman yang bijak, atas Kepimpinan pejabat bupati dan wakil bupati dalam melaksanakan tugasnya menjelang 7 bulan belum dapat mewarnai dengan gebrakannya yang spektakuler.
Rentang waktu pasca menerima amanah, lebih banyak diperhadapkan dengan keterbatasan dana, untuk mewujudkan visi misi pemerintah daerah, karena adanya efesiensi anggaran yang diterapkan kebijakan pemerintah pusat, yang berimbas pada efektifitas kinerja pimpinan daerah . (samas)