JURNALPOLRISULTENG.ID- TOJO UNA UNA, Masa lalu mengisahkan jejak perjalan kehidupan Ilham Lawidu, SH saat ini menjabat bupati Tojo Una Una ketiga pada usianya memasuki 50 tahun.
Serba Kekurangan melatari kehidupan dengan segala keterbatasan, menjadi motivasi baginya, jangan sampai situasi itu akan terulang pada kehidupan generasi penerus.
Kekayaan intelektual menjadi lengkap ketika takdir telah mempertemukan dengan sosok wanita inovatif dan kreatif sang isteri Ny Hajar Lawidu, ikut memberi andil melahirkan banyak ide yang menguatkan ynag menjadi daya dorong program misi pemerintah daerah kedepan.

Dalam sebuah wawancara dengan presenter Kompas Com, sepotong kisah terucap “Dulu kami mau sekolah saja susah, pakaian pun tidak seragam. Karena pengalaman itulah saya tidak ingin anak-anak Tojo Una-Una hari ini mengikuti jejak kami dulu,” tutur Ilham.
Sebagai Top lider didaerah bukan hal yang mudah dilakukan untuk menuntaskan 19 program yang menjadi misi pemerintahan daerah, dibawah kepemimpinannya.
Namun perlahan ide cemerlang lahir, sembari terus mengupdate system pelayanan lama, terus untuk mencarikan solusi yang tepat sebagai terobosan baru. Dan kali ini menyasar pada pelayan kesehatan masyarakat dengan menyiapkan fasilitas mobil sehat.
Sistem layanan baru bagi masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan mendapat kemudahan. Program layanan kesehatan keliling dengan sarana mobil sehat yang siap menjemput warga yang membutuhkan perawatan medis. “berbeda dengan sistem lama di mana masyarakat yang sakit harus datang ke fasilitas kesehatan, kini pemerintah Daerah justru menyiapkan armada khusus untuk menjemput pasien langsung ke rumah.” Jelas politikus Partai Golkar tersebut.
Ia menjelaskan layanan masyarakat harus tepat sasaran membawah perubahan yang signifikan yang dapat dirsakan masyarakat, setiap ada warga yang sakit, cukup telepon saja. Ujarnya serius.
Ia menandaskan, mobilnya datang bersama petugas medis, petugas medis dapat menentukan apakah pasien hanya dirawat dirumah atau harus medapat layanan medis dipuskesmas atau rumah sakit.
“Kalau pasien harus ke puskesmas atau rumah sakit, akan diantar oleh tim medis di mobil sehat,” jelas Bupati Ilham dalam wawancara ekslusif bersama presenter kompas Com.
Kemudahan itu diberikan sebagai upaya pelayan maksimal kepada masyarakat,program ini bentuk pendekatan layanan “jemput bola” terutama masyarakat di wilayah terpencil.
Ia mengungkap Sang pendamping hidupnya, berprofesi sebagai perawat sekaligus kepala puskesmas, menjadi inspirator sebagai dukungan gagasan dalam pengembangan program tersebut. “Kebetulan ibu juga perawat dan kepala puskesmas. Jadi program ini memang tidak lepas dari pengalaman kami berdua melihat kondisi masyarakat yang dulu serba sulit,” ujarnya.(Sam Asiku)