JURNALPOLRISULTENG.ID, LUWUK – Dinas Pariwisata Kabupaten Banggai menggelar rapat koordinasi awal persiapan pelaksanaan Festival Teluk Lalong ke-8 Tahun 2025, yang berlangsung di ruang rapat Dinas Pariwisata pada Selasa pagi.
Rapat ini dihadiri oleh seluruh camat se-Kabupaten Banggai sebagai langkah awal sinergi untuk mendorong peran aktif pemerintah kecamatan dalam mendukung dan menyukseskan festival tahunan yang menjadi ikon kebanggaan daerah.

Berbagai hal teknis dibahas dalam forum tersebut, mulai dari kesiapan, bentuk partisipasi, hingga kontribusi setiap kecamatan dalam pelaksanaan festival yang ditargetkan lebih meriah dan inklusif. Keterlibatan kecamatan menjadi strategi penting dalam memperkuat identitas budaya lokal, mendorong inovasi dan kreativitas komunitas, serta membuka ruang ekspresi budaya bagi masyarakat di tingkat akar rumput.
Rapat yang dipimpin oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Banggai, Ismed M. Wardhana, M.Si., menekankan pentingnya peran kecamatan tidak hanya sebagai penampil budaya, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi kreatif melalui pemberdayaan UMKM lokal. “Festival Teluk Lalong bukan sekadar ajang hiburan, tetapi momentum untuk mengangkat budaya lokal sekaligus mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif di tingkat kecamatan,” tegasnya.
Adapun bentuk partisipasi kecamatan dalam festival tahun ini difokuskan pada dua kegiatan utama, yaitu:
Tampilan Tarian Seni Budaya, yang mencakup tarian tradisional, musik, teatrikal budaya, dan pertunjukan khas lainnya dari masing-masing kecamatan untuk menampilkan keunikan budaya masing-masing wilayah.
Tampilan Nasional Kostum (Nacos), di mana setiap kecamatan akan menyuguhkan desain busana kreatif berbasis kearifan lokal dalam bentuk parade kostum bertema nasional dan tradisional.
Melalui partisipasi aktif ini, setiap kecamatan diharapkan menjadi etalase budaya lokal yang hidup dan membanggakan. Festival Teluk Lalong 2025 dirancang sebagai panggung bersama antara pemerintah dan masyarakat, bukan sekadar tontonan, melainkan simbol kebanggaan atas identitas Kabupaten Banggai.
Dinas Pariwisata juga menyampaikan harapan besar agar sinergi ini melahirkan festival yang meriah, inklusif, dan menjadi wadah pemberdayaan bagi pelaku seni, budaya, serta UMKM di seluruh pelosok kecamatan.
Rapat ini menjadi langkah awal yang konstruktif dalam membangun kolaborasi lintas sektor dan wilayah, guna menghadirkan festival yang tidak hanya semarak di panggung, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.(*)
#BanggaBanggai#