INFORMASI PERJALANAN HAJI TOJO UNA UNA

Rombongan JCH Kabupaten Tojo Una Una Sedang Menuju ARMUZNA

780
×

Rombongan JCH Kabupaten Tojo Una Una Sedang Menuju ARMUZNA

Sebarkan artikel ini

JURNALPOLRISULTENG.ID – MAKKAH, Waktu Arab Saudi menunjuk pukul 11.30 atau pukul 16.30 Wita, saat Ketua Rombongan Haji Kabupaten Tojo Una Una  Sudirman SN, M.Hi selaku Petugas Penyelenggara Haji Daerah (PPHD)  melaporkan dari pelataran hotel Al Fadhila Jalan Ibrahim Al Khalil, Mekkah, Arab Saudi, bahwa Kondisi kesehatan jamaah dalam keadaan sehat walfiat, beberapa menit lagi saat pemberangkatan ke ARMUZNA. Makkah, Senin, 25 Mei 2026.

Hotel Al Fadhila Pemondokan 57 JCH asal Kabupaten Tojo Una Una tergabung dalam kelompok terbang (Kloter) 10 Balikpapan hanya berjarak sekitar 1,3 km dari Masjidil Haram.

Pergeseran,  Jarak dari pusat Kota Makkah (termasuk kawasan sekitar Masjidil Haram) ke Arafah adalah sekitar (20 – 21) km. Perjalan dengan mengunakan Bus membutuhkan  waktu tempuh sekitar 45 hingga 60 menit, adalah waktu normal saat perjalanan lancar.

Namun, durasi perjalan tersebut tersebut bersifat sangat dinamis dan sangat bergantung pada, momen Puncak Haji (Tarwiyah/Arafah). Perjalanan bisa memakan waktu berjam-jam (bahkan hingga 3-5 jam) karena penutupan jalur, kepadatan lalu lintas, dan antrean kendaraan jemaah dari seluruh dunia.

Momentum Perjalan Ke Arafah, kumandang Talbiyah melafazkan doa sahdu yang tak putus-putusnya para jamaah itu mengetarkan melafazkan doa yang tak putus-putusnya para jamaahLabbaik Allahumma labbaik. Labbaika la syarika laka labbaik. Innal hamda wan ni’mata laka wal mulk. La syarika lak.

“Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat, dan kerajaan hanya milik-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu.”

Bus beriringan menuju Arafah adalah bagian Fase Armuzna menuju puncak ibadah haji di tiga lokasi Arafah, Musdalifah dan Mina.

Seiring perjalanan para Jemaah Calon Haji Ke ATMUZNA, sanak famili serta seluruh masyarakat Tojo Una Una dari tanah air  mengumandangkan doa, mengantar para jamaah menyambut Hari Arafah (9 Dzulhijjah) yang merupakan salah satu hari paling mulia dalam Islam.

Dari beberapa sumber diperoleh tentang Keutamaannya hari Arafah meliputi,

Peleburan Dosa: Puasa Arafah menghapus dosa dua tahun (setahun yang lalu dan setahun yang akan datang) bagi yang tidak berhaji.

Waktu Mustajab Berdoa: Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah.

Pembebasan dari Neraka: Allah membebaskan hamba-Nya dari api neraka lebih banyak pada hari ini dibanding hari lainnya. Berikut adalah keutamaan spesifik Hari Arafah:

1. Puncak Ibadah Haji

Wukuf di Padang Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah merupakan rukun haji yang paling pokok dan menentukan keabsahan ibadah haji. Tanpa wukuf, ibadah haji seseorang tidak sah.

2. Ampunan Dosa Dua Tahun

Bagi umat Muslim yang tidak menjalankan ibadah haji, disunnahkan untuk berpuasa Arafah.

3. Waktu Terbaik untuk Berdoa

Rasulullah SAW bersabda bahwa sebaik-baik doa adalah doa yang dipanjatkan pada hari Arafah. Umat Muslim sangat dianjurkan untuk memperbanyak zikir, istighfar, dan doa, terutama saat waktu wukuf.

4. Hari Pembebasan dari Api Neraka

Pada hari Arafah, Allah SWT membanggakan para jamaah haji yang sedang wukuf di hadapan para malaikat-Nya. Ini adalah hari di mana Allah paling banyak membebaskan hamba-Nya dari siksa api neraka.

Protokol operasional bus menuju Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina) 2026 berfokus pada tiga fase utama pergerakan, dengan prioritas utama diberikan kepada jemaah lansia, disabilitas, dan wanita.

Seluruh layanan Bus Shalawat dihentikan sementara mulai 22 Mei hingga 31 Mei 2026 untuk konsentrasi armada.

Sumber yang diperoleh, tentang rincian protokol pergerakan adalah sebagai berikut:

Fase 1: Makkah ke Arafah (8 Dzulhijjah / 25 Mei 2026)

Keberangkatan dimulai sejak pukul 07.00 WAS.

Setiap markaz (area pemondokan) yang berisi 3.000 jemaah disediakan 7 unit bus dari otoritas Naqabah.

Pergerakan dilakukan dalam 3 trip: pagi, siang, dan sore.

Fase 2: Arafah ke Muzdalifah dan Mina (9 – 10 Dzulhijjah / 26 – 27 Mei 2026)

Menggunakan skema taradudi (sistem shuttle ulang-alik oleh bus yang sama) secara bergelombang.

Skema murur (melintas) diterapkan bagi jemaah risiko tinggi (risti) dan lansia, di mana jemaah tetap berada di dalam bus saat melewati Muzdalifah sebelum langsung menuju Mina.

Fase 3: Mina (Lontar Jumrah) (11 – 13 Dzulhijjah / 28 – 30 Mei 2026)

Jemaah berjalan kaki dari tenda menuju Jamarat sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan oleh PPIH guna menghindari penumpukan.

Setelah fase Armuzna selesai, layanan reguler Bus Shalawat kembali beroperasi secara bertahap.(H. Sam Asiku)