Adalah suatu kebahagian bagi sang guru manakala dapat melihat muridnya berhasil, sedang bagi para sahabat adalah kebangaan merasakan pencapaian karibnya. Rasa itu terakumulasi Sabtu malam 4 Nopember 2023 di Gedung Beringin Ampana saat tasyakuran Salim Muhaimin, S.Pd, M.Si dalam usianya yang ke 53.
Catatan : Sam Asiku

Peringatan itu dihadiri para guru dan sahabat, serta handai tolan yang melantukan doa untuknya.
Sekian lamanya meninggalkan kampung halaman, dengan selalu menanamkan niatnya dimanapun kaki berpijak, ia selalu membanggakan Ampana, kampung Wayau, limapuluan tahun yang lalu dilahirkan dan dibesarkan ayah dan bundanya. “Saya bangga memperkenalkan kepada masyarakat tempatnya mengabdi sebagai Aparat Sipil Negara (ASN) dalam kavasitas pejabat daerah eselon II dikabupaten Pasir Selatan.

Dalam sambutannya yang terlontar adalah kerendahan hati, memberi ucapan terima kasih kepada para sahabat da khusus buat guru yang pernah menempahnya di SDN 9 Ampana, SMP 2 Ampana dan SMA 334 Ampana hingga sebagai alumni Universitas Tadulako Palu.
Pada kesempatan itu ia mengingatkan penting Bahasa Inggris, karena 3 kali dia ingin meneruskan Pendidikan S2nya kandas, baik di Autralia, Jepang bahkan dalam negeri sendiri, adanya persyaratannya tupel dengan angka yang dipersyaratkan tak tercapai” jelas Salim Muhaimin.

Malam kebahagian itu, Salim Muhaimin mengisahkan, tentang suka duka dilalui, saat menitih Pendidikan diwarnai berbagai peristiwa yang telah mengatarnya ketanah Rantau Kabupaten Pesisir selatan, Provinsi Sumatra Barat.”Berkat bea siswa yang mengikat sehingga saya tidak perlu tes sebagai PNS waktu itu, dan ditempatkan di Sumatra Barat” Ucapnya
Tanpa malu ia menuturkan sepotong kehidupan, saat dibangku SD dia harus bangun pagi, jualan kangkong, “Bagi saya Perjalanan hidup adalah karunia sang pencipta, perlu disyukuri apapun wujudnya, tak perlu malu.

Malam ini ia mengungkapkan keterharuannya, dengan kehadiran handai tolan para sahabat dan guru memadati gedung Beringin bahkan meluap, semua memberi doa dan restu kepadanya.
Bagian lain sambutannya, Salim Muhaimin mengatakan, dalam perjalan hidup tidak ada yang dapat dikatakan sukses, namun pencapian target yang terpenuhi.
Dari pencapain yang ia peroleh hingga saat ini, ia memberi motivasi kepada generasi muda agar terus belajar dan belajar.
Dikatakannya, Pendidikan bukan sebatas membaca, menghapal, namun hakikinya adalah Pendidikan itu adalah sebuah proses, setelahnya kita bisa berbuat apa yang berguna bagi orang lain dan daerah yang kita cintai. Ucapnya
“di Sumatera barat saya berbangga menjadi orang Ampana, saya tampil membawa nama daerah. Anak Ampana yang bisa memberi sumbangsi bagi negeri tempat saya mengabdi.”Tuturnya
Puncak tasyakuran, dengan kerendahan hati, malam itu Salim Muhaimin menganugerahkan penghargaan dalam cendra mata berbingkai emas kepada para guru dan sahabatnya, sebagai ungkapan rasa terima kasihnya. “ tidak seberapa dibanding dengan apa yang mereka berikan kepada saya” Ujarnya
Namun demikian mereka tetap tercatat dalam jiwa saya, sebagai insan manusia yang mampu menoreh sesuatu yang tak dapat dinilai oleh apapun. “Mereka adalah pahlawan yang memberi saya kemenangan untuk mencapai target dalam perjalan hidup ini”Tandasanya (ditulis Sam Asiku)