JURNALPOLRISULTENG.ID – AMPANA, Samsurijal Labatjo melalui rilisnya pada Media ini menyatakan keprihatinannya pada honor Imam dan pegawai sara masjid.(7/2/2024)
Diketahui Samsulrijal Labatjo beberapa waktu telah mendeklarasikan dirinya sebagai calon bupati kabupaten Tojo Una-Una.
Ia mengaku sudah turun kelapangan, beberapa kali masuk di desa-desa, realitas yang dia temui adanya keluhan dari para Imam dan pegawai Sara, tentang gajinya di turunkan menjadi 300 ribu per bulan itupun di bayar 3 bulan 1 kali.” Ungkapnya.
Hal itu menjadi perhatiannya, menurutnya imam dan pegawai makannya sama dengan kepala dinas tetap 3 kali sehari bukan 3 bulan sekali” Ujarnya.
Kedepan hal itu menjadi prioritas dan PR Bupati yang terpilih nanti, bagaimana memberi perhatian khusus kepada Imam dan Pegawai Sara. Tandasnya

Kabag Kesra Pemda Tojo Una-una Yaumihi Palampanga, S.Ag yang dikonfirmasi, menjelaskan bahwa Honor Para Imam didesa itu menjadi kewenangan pemerintah desa, karena dibiayai oleh ADD leading sektornya di PMD.
Namun demikian ia menjelaskan, sistim pemberian Honor didesa variative, tergantung dari besaran ADD yang diputuskan melalui Musyawarah Desa. Terang Yaumihi.
Dalam hal ini Pemerintah Daerah sudah menetapkan stadarisasi Honor Imam dan pegawai Sara sebesar Rp. 300.000,-setiap bulannya.
Sementara untuk honor Imam, bagi petugas Gereja dan Pura yang berada dilingkup pemerintahan kelurahan masuk dalam pembiayaan APBD, justru honor mereka dinaikan dari Rp. 350.000,- menjadi Rp. 500.000,- Pungkas Yaumihi.(Sam Asiku)