PEMDA TOJO UNA-UNA

Sejumlah Pejabat Pemda Tojo Una Una Hadiri Rakor Kementerian Pertanian Gugus Tugas Polri di Polres Tojo Una Una

843
×

Sejumlah Pejabat Pemda Tojo Una Una Hadiri Rakor Kementerian Pertanian Gugus Tugas Polri di Polres Tojo Una Una

Sebarkan artikel ini

Mahdi, SP, M.Si: Pemda Tojo Una Una mendukung penuh program Presiden RI terkait ketahan pangan

JURNAL POLRI SULTENG.ID – AMPANA,  Zoom Mitting Rakor Nasional terkait penanaman jagung dan optimalisasi lahan lainnya dalam rangka mendukung program swasembada pangan 2025, Kegiatan yang dilaksanakan Polres Tojo Una Una dipimpin oleh Wakapolres Kompol Mulyadi,  dihadiri sejumlah pejabat Pemda Tojo Una-Ua diantaranya, Plt. Asisten II Iksan Badwi, disertai Kadis PPKUKM Tojo Una Una , Moh. Isa Ashar Latimumu, Camat Ampana Kota Mohamad Awali, Camat Tojo Sudarto Palakana, serta para Kepala Balai Penyuluhan Pertanian se- Kabupaten Tojo Una una.  di Aula Endra Dharmalaksana Polres Tojo Una Una  Senin 13 Januari 2025.

Terkait dengan kegiatan ini, seperti yang dikutip dari laman Presiden RI Prabowo Subianto,  menyatakan komitmen Indonesia menuju swasembada pangan dan energi sebagai langkah utama guna menghadapi tantangan global yang makin kompleks.

“Saya telah mencanangkan bahwa Indonesia harus segera swasembada pangan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Kita tidak boleh bergantung dari sumber makanan dari luar,” tegasnya.

Presiden Prabowo menyampaikan bahwa dalam situasi krisis global, negara-negara lain akan mengutamakan kepentingan domestiknya. Untuk itu, Indonesia harus mampu memproduksi dan memenuhi kebutuhan pangan nasional secara mandiri.

“Saya sudah mempelajari bersama pakar-pakar yang membantu saya, saya yakin paling lambat 4-5 tahun kita akan swasembada pangan. Bahkan kita siap menjadi lumbung pangan dunia,” kata Presiden Prabowo.

Selain ketahanan pangan, Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya mencapai swasembada energi. Ia mengingatkan bahwa ketergantungan pada sumber energi luar negeri menjadi ancaman serius di tengah ketegangan geopolitik global.

“Kalau terjadi hal yang tidak kita inginkan, sulit akan kita dapat sumber energi dari negara lain. Oleh karena itu, kita harus swasembada energi dan kita mampu untuk swasembada energi,” tambahnya.

Presiden menuturkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk memanfaatkan sumber daya alam yang melimpah.

Potensi tersebut seperti kelapa sawit yang dapat menghasilkan solar dan bensin, serta tanaman-tanaman lain seperti singkong, tebu, sagu, dan jagung.

“Kita juga punya energi bawah tanah, geotermal yang cukup. Kita punya batu bara yang sangat banyak. Kita punya energi dari air yang sangat besar.

Pemerintah yang saya pimpin nanti akan fokus untuk mencapai swasembada energi,” imbuhnya.

Dalam pidatonya, Presiden juga menyoroti pentingnya distribusi subsidi yang tepat sasaran, terutama untuk masyarakat yang masih dalam kondisi kesulitan ekonomi.

Ia menekankan bahwa bantuan kepada rakyat harus disalurkan secara langsung dan transparan dengan pemanfaatan teknologi digital.

“Dengan teknologi digital kita akan mampu sampai subsidi itu ke setiap keluarga yang membutuhkan. Tidak boleh aliran-aliran bantuan itu tidak sampai ke mereka yang membutuhkan,” jelasnya.

Sebagai langkah jangka panjang, Presiden menekankan pentingnya hilirisasi pada sejumlah komoditas nasional yang dimiliki Indonesia.

Dengan meningkatkan nilai tambah tersebut, Presiden meyakini Indonesia akan menjadi makin kuat secara ekonomi dan rakyat dapat menikmati kemakmurannya.

“Nilai tambah dari semua komoditas itu harus menambah kekuatan ekonomi kita sehingga rakyat kita bisa mencapai tingkat hidup yang sejahtera.

Seluruh komoditas kita harus bisa dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia,” ucap Presiden.

Menyambut program Presiden RI, Irwasum Polri Komisaris Jenderal Polisi Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M, telah ditunjuk oleh kapolri sebagai koordinator Satgas Ketahanan Pangan, sebagaimana pemaparan pada Zoom Meeting Rapat Koordinasi Nasional terkait penanaman jagung dan optimalisasi lahan lainnya dalam rangka mendukung program swasembada pangan 2025, yang dipimpin Wakapolres Kompol Mulyadi. di Aula Endra Dharmalaksana Polres Tojo Una Una  Senin (13/1/2025)

Dikatakan komjen  Irwasum Dedi Prasetyo, semua kegiatan yang dilaksanakan oleh Polri digabungkan dalam satu data melalui aplikasi gugus tugas ketahanan pangan, serta Polri juga membuka pendaftaran Bakomsus untuk jurusan pertanian dan perikanan,” ungkapnya.

Komjen Dedi Prasetyo menjelaskan, bahwa target kami dari Polri di tahun 2025 akan menanam jagung sebanyak 1.000.000 Ha, saat ini yang sudah tercapai penamaan 329.215 Ha.

“Kami juga akan pantau setiap bantuan pupuk bersubsidi dan program-program pemerintah agar semua tersalurkan tepat sasaran,” tegas Komjen Dedi Prasetyo.

Zoom meeting yang  diinisiasi oleh Kementerian Pertanian dan diikuti oleh perwakilan dari berbagai daerah di Indonesia, diFokuskan pada diskusi dalam  upaya meningkatkan produksi jagung nasional, optimalisasi lahan tidur, dan penerapan teknologi modern dalam pertanian.

Sementara Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman dalam sambutannya, mengapresiasi jajaran Polri se-Indonesia yang telah mendukung program ketahanan pangan.

Ia mengatakan pada diskusi dengan presiden,  masa  penanaman pertama pada tanggal 16 Januari 2025. “Kedepan mimpi kita semua menaikan produksi jagung, serta kedepan pemerintah daerah kawal para petani sehingga para petani tidak berjalan sendiri,” kata Andi Amran Sulaiman.

Sesuai perintah presiden RI, Menteri Andi Amran Sulaiman menyampaikan, harga jagung menjadi Rp 5.500,-/Kg serta menambahkan pupuk bersubsidi di tahun 2025.

Dikatakan Menteri Pertanian menyampaikan kembali pada sidang kabinet 2 Desember 2024,  untuk fokus pada 4 program utama pemerintah seperti swasembada, makan bergizi, ketahanan energi (Biofuel) dan hilirisasi,” lanjutnya.

Kadis Pertanian Mahdi, SP, M.Si, dimintai keterangannya, terkiat dengan program pemerintah RI soal swasemda pangan, menyatakan  pemda Tojo Una Una melalui dinas pertanian yang dipimpinnya siap mendukung penuh program Presiden RI.

Dikatakan Mahdi, dalam hal ini pemda Tojo Una Una melalui dinas pertanian bersama dengan stakeholder terkait, siap membantu secara stimulant, baik penyiapan bibit dan pengelohan tanah dengan peralatan pertanian yang ada, hingga penyedian pupuk dalam upaya meningkatkan hasil komoditi yang diprogramkan. ”pada prinsipnya dinas pertanian Tojo Una Una  mendukung penuh program Rresiden RI” Tandasnya.(Sam Asiku)   Sumber foto : Istimewa