Berita

SIMULASI SIMKAM-KOTA MANTAB BRATA 2023-2024 HADAPI PEMILU 2024

289
×

SIMULASI SIMKAM-KOTA MANTAB BRATA 2023-2024 HADAPI PEMILU 2024

Sebarkan artikel ini

JURNALPOLRISULTENG.ID -TOUNA, Selasa, 17 Oktober 2023 Kegiatan itu mengawali simulasi Sistim Keamanan Kota (siskamkota) peragaan tangani  pengamanan unjuk rasa yang merupakan rangkaian gelar pasukan Polres Tojo Una-Una.

Kapolres Tojo Una-Una AKBP S. Sophian, SIK, MH dalam sambutannya, menyampaikan amanat Kapolri,bahwa gelar pasukan  merupakan pengecekan akhir kesiapan personel maupun sarpas operasi Mantap Brata 2023-2024,menghadapi pemilu 2024.

Kegiatan yang dihadiri Asisten I Bidang Pemerintahan Setdakab Touna Alfian Mattajeng, S. Pd, M.A.P dan Kepala Badan Kesbangpol Tojo Una-Una Herlina Leonita Sandewa, SH,  Kepala BNNK Tojo Una-Una AKBP. Djohansah Rahman, S. Pd, Ketua KPUD Tojo Una-Una, Ketua Bawaslu Tojo Una-Una, Anggota DPRD Tojo Una-Una dan usur Fokopimda Kabupaten Tojo Una-Una, serta tamu undangan lainnya.

Simulasi diawali, penangan prefentif dan tindakan presuasif, kepada sekelompok oknum masyarakat yang lagi meneguk miras saat patroli melawati.

Tim patrol memberi himbauan dan pesan kamtibmas, namun dalam kondisi mabuk justru oknum masyarakat mengeluarkan  ejekan kepada apparat yang memberi himbauan. Ocehan provokatif soal hasil kontestasi yang menuai aksi protes karena banyak kenjanggalan penyelenggaraanya.

Blokade Polisi digaris depan pengunjuk rasa

Peristiwa itu berkembang, hingga terjadi unjuk rasa didepan Kantor KPUD oleh sekolompok masa dipicu ketidak puasan atas proses demokrasi yang menyasar ke KPUD selaku penyelenggara.

Terpantau satsamapta membuat garis pertahanan memblokir pengunjuk rasa ingin menerobos kekantor KPUD,  himbuan polisi terus  berkumandang, minta pengunjuk rasa bersabar, minta perwakilan masa untu bernegoisasi.

Negoisasi sedang berlangsung, keributan masih berlangsung diluar Gedung KPUD, yang berakhir gagal perundingan tim negosiasi.

Tim Tindak maju untuk membubarkan para demonstrans

Perwakilan  demonstran bergabung kembali dengan pengunjuk rasa, aksi masa semakin anarkis, pembakaran Ban terus   desakan blockade Dalmas awal terus berjaga nyaris tak bisa membendung gempuran masa.

Aksi pelemparan sudah mulai dilakukan dibarengi teriakan histeris, dan teriakan provokatif yang memancing emosi  para demonstran.

Pola operasi pengamanan berubah, alih ganti lanjutan oleh tim samapta yang dilengkapi tameng dan tongkat pemukul. Himbauan tak  indahkan para pengunjuk rasa bahkan semakin berani mengempur blockade dan melakukan polemparan.

Suasana semakin panas diantara kepulan asap, masa terus mengempur polisi dibalik Tameng pengaman.

Menyikapi kondisi ini, lintas ganti Timm Tindak mengambil posisi didepan berhadapan dengan masa.

Himbauan agar masa sabar dan membubarkan diri, tidak disahuti malah tindakan pengunjuk rasa semakin beringas.

 Asap Ban dibakar  pertahan polisi  hadapi  aksi kekerasan masa

Selesai hitungan ketiga, Tim Tindak pasukan bermotor lengkap dengan senjata gas air mata beraksi. Himbauan agar masa mundur dan membubarkan diri.

Saat itu Ketua KPUD dievakuasi, menyikapi situasi yang semakin anarkis dan peringatan polisi tak digubris lagi,  bahkan aksi  pengunjuk rasa semakin tak terkendali, sehingga PPH memuntahkan peluru Gas Air Mata kearah demonstran, dan terus mendesak maju kearah pengunjuk rasa.

Tim Evakuasi bawa korban ke ambulace dilarikan ke RSUD Ampana

Beberapa target berhasil diamankan bahkan ada yang dilumpuhkan,  yang lainnya lari kocar kacir, petugas kesehatan  mengevakuasi korban unjuk rasa  kemobil ambulance dan dilarikan kerumah sakit.

Menjadi akhir simulasi yang dilakukan satuan pengamanan gabungan Polres Tojo Una-Una saat itu.(Ditulis Sam Asiku)