JURNALPOLRISULTENG.ID, TOJO UNA-UNA — Menyikapi krisis iklim dan ancaman kebakaran yang meluas, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Tengah menginstruksikan seluruh umat Islam menggelar Sholat Istisqa dan doa bersama.
Seruan resmi yang diterbitkan pada 1 September 2026 tersebut merespons fenomena kemarau ekstrem, meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta berbagai dampak negatif perubahan alam di wilayah Sulteng.
Instruksi tegas lewat Surat Nomor B/25/DP-P/XXIII/IX/2026 yang ditandatangani Ketua Umum H.S. Ali Muhammad Aljufri Sekretaris Umum Sofyan Thaha Bachmid, ditujukan kepada seluruh Pengurus MUI Kabupaten/Kota se-Sulteng, Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Islam serta DKM/Takmir Masjid dan Seluruh umat Islam di wilayah Sulawesi Tengah
Untuk mengetahui respon surat MUI Sulteng dan rencana agenda pelaksanaan Sholat tolak bala kapan dilaksanakan.
Pihak yang berkompeten diperoleh Respons Kemenag Tojo Una-Una saat dihubungi media ini, memberi jawaban, pihak Kemenag Tojo Una Una telah Menindaklanjuti seruan tersebut, seperti ditegaskan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tojo Una-Una, Muh. Syahruddin, instansinya telah mengambil langkah nyata.
Pihak Kemenag Tojo Una Una mengintegrasikan gerakan spiritual ini dengan menyelipkan doa tolak bala massal dalam rangkaian kegiatan peringatan Maulid Nabi pada Kamis, 3 September 2026 kemarin.
MUI Kabupaten Tojo Una Una Belum Berikan Jawaban
Di sisi lain, kesiapan eksekusi instruksi di tingkat kelembagaan daerah masih menyisakan tanda tanya. Sekretaris MUI Kabupaten Tojo Una-Una FN, hingga berita ini diturunkan belum memberikan respons resmi saat dihubungi melalui sambungan WhatsApp.
Upaya panggilan telepon ke nomor 08532019xxxx Minggu pagi (6/9-2026) pukul 07.17, terakhir 07,31dan konfirmasi terkhir pukul 07,49 (wita) ponsel yang bersangkutan terpantau aktif dan berdering, namun tidak mendapatkan jawaban untuk memastikan tindak lanjut himbauan MUI Sulteng tersebut.
Belum diperoleh alasan sekretaris MUI Tojo Una Una tidak mengangkat Teleponnya, apakah dalam keadaan sibuk atau dalam perjalanan. (H. Sam Asiku)