JP.Salakan – Perjalanan Reses dari anggota DPRD Provinsi Sulteng Ronald Gulla di Ponding Ponding menyisakan cerita yang kurang sedap, untuk itu Aleg DPRD Ronal Gulla ikut meluruskan. Minggu, 17 November 2024.
Melalui percakapan WA, Aleg Provinsi Sulteng dari partai PAN kepada Media Jurnal Polri Sulteng, biro Bangkep mengatakan bahwa Reses adalah jaring aspirasi masyarakat yang wajib dilakukan oleh setiap anggota DPRD di daerah pemilihan.

“Terkait berita yang beredar reses rasa kampanye yang di beritakan, itu hal yang tidak benar.”, Yang benar adalah kami melaksanakan reses yang bertepatan kandidat sedang lewat di Desa tempat pelaksanaan reses dan mengetahui saya sedang reses di Balai desa ponding ponding ikut merapat dan menghadiri kegiatan reses.
Sekitar jam 9 malam saat reses sedang berlangsung. Perlu diketahui kami sudah memulai kegiatan reses dari jam 8.15 dan kandidat yang hadir juga bukan undangan reses tetapi karena kebetulan lewat di ponding ponding jam 9 itu spontan merapat ke kegiatan reses.
Kegiatan reses yang sedang berlangsung kemudian ada sahabat kami yang mampir, tentu saja kami sebagai tuan rumah reses karena kehadiran Tamu kandidat calon bupati, tidak ada salahnya memberikan kesempatan untuk sambutan.
Sambutan kandidat itu hanya berbicara tentang jaring aspirasi masyarakat dan bukan kampanye. Setelah sambutan, dilakukan jaring aspirasi masyarakat untuk menampung aspirasi masyarakat dan karena ada sebagian usulan masyarakat ponding ponding adalah kewenangan kabupaten.
Maka sudah tepat, kandidat juga saya beri kesempatan merespon pertanyaan masyarakat terkait hal hal yang menjadi kewenangan kabupaten, seperti tanggul abrasi pantai dan jalan lingkungan yang menjadi kewenangan kabupaten karena beliau adalah mantan sekda yang mengetahui berbagai urusan di kabupaten dan kemudian juga kandidat Bupati yang kedepannya jika terpilih sudah bisa mendengarkan dan menangkap aspirasi masyarakat di Desa Ponding Ponding, jelas Ronald Gulla.
Saya selaku Penanggungjawab reses juga sudah menyampaikan agar tidak berkampanye, tidak membawa atribut ataupun menyebutkan nomor urut, ajakan mencoblos nomor urut dan lain-lain dan itu tidak dilakukan oleh kandidat selama reses berlangsung.
Lebih lanjut Ronald Gulla menjelaskan bahwa kehadiran kandidat hanya sebatas nara sumber saja. Jadi semua berlangsung dengan normal dan tidak seperti yang diberitakan.
Pada akhirnya reses dilaksanakan dengan baik dan lancar dihadiri kurang lebih 150 orang masyarakat Ponding ponding dan di sambut antusias dan meriah karena masyarakat dari berbagai kalangan menyampaikan usulan permasalahan, saran, pendapat kepada kami tentang air bersih, kondisi jalan desa, tanggul abrasi pantai, ambulance desa, jalan ke TPU, solusi bagi penyakit cengkeh masyarakat untuk di tindak lanjuti oleh kami sebagai anggota DPRD Provinsi maupun di teruskan ke pemerintah kabupaten,,tutup Ronald Gulla.
VR. JP Bangkep