JURNALPOLRISULTENG.ID – AMPANA, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawasalu) Kabupaten Tojo Una-Una, Taufik Liara saat dimintai keterangan soal penyelesaian dugaan pelanggaran, diselah pengawasan kegiatan Rapat Pleno terbuka Perhitungan dan perolehan yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU ) Tojo Una-Una yang berlangsung selama tiga hari di Aula Hotel Lawaka,berakhir hari Rabu 4 Desember 2024.
Awal jawaban yang diperoleh, Bawaslu terkait dengan penyelesaian laporan, harus mencermati dulu apakah laporan itu berkaitan dengan pelanggaran administrasi ataupun pidana.
Ia mengungkap dari 14 kasus laporan pelanggaran pada pilkada serentak 2024 dikabupaten Tojo Una-Una, 8 kasus sudah selesai, dan sisanya masih dibahas ditingkat Gakundu.
Ia menandaskan sikap Bawaslu sampai hari ini, masih terus melakukan pengawasan tidak saja fokus pada pengawasan rapat pleno terbuka yang sedang berlangsung, namun hal-hal lain yang di luar dari pleno, tak luput dari pengawasan Bawaslu.
Terkait dengan rapat pleno terbuka, Bawaslu melakukan pengawsan apakah pelaksanaanya sudah sesuai dengan standar ketentuan yang ada. Dan apakah sudah sesuai dengan hasil pengawasan jajaran teman-teman, baik pada tingkat PTPS, TKD Panwas Kecamatan.” Ujarnya.
Terkait tentang pelanggaran pada pilkada serentak 2024 di kabupaten Tojo Una-Una, ia mengungkap tidak sebanyak pada pemilu di 2024 kemarin.Ujarnya.
Jawaban Taufik Liara dari pertanyaan terakhir, tentang partisipasi masyarakat pada pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2024.”terjadi penurunan namun tidak signifikan.” Tandas Taufik Liara. (Sam Asiku)