JURNALPOLRISULTENG.ID – TOJO UNA UNA, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah diantara solusi lainnya dalam upaya menekan angka kemiskinan di Kabupaten Tojo Una Una.
Program MBG memiliki dampak positif membuka lapangan kerja yang dirasakan masyarakat (Relawan), melalui peran mereka dibalik Dapur MBG. Adalah bagian dari misi pemda Tojo Una Una penyedian lapangan kerja, kolaborasi dengan pemerintah pusat.
Dari sektor pendapatan, sesuai informasi dari salah satu MBG di Tojo Una Una, yang merektrut 47 tenaga kerja (Relawan) dengan upah dihari efektif layanan berkisar Rp. 100 hingga Rp. 150 ribu/ setiap relawan.
MBG adalah menjadi jembatan menuju Indonesia Emas dengan menciptakan generasi yang sehat, kuat, dan cerdas.
Asta Cita 5, tentang Pemberantasan Kemiskinan dan Pemerataan Ekonomi, Dengan anggaran yang masif (Rp71 triliun pada 2025), program ini diharapkan menciptakan 290 ribu lapangan kerja baru dan mengurangi beban ekonomi keluarga kurang mampu.

Foto Istimewa
Dari situs Badan Gizi Nasional (BGN) menulis, bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu program unggulan utama dalam Asta Cita pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, yang secara langsung berkaitan dengan misi memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Kaitan mendalam antara MBG dengan Asta Cita:
Asta Cita 4 (Pembangunan SDM, Kesehatan, dan Pendidikan)
Ini adalah kaitan paling utama. MBG menargetkan pemberian makan bergizi dan susu kepada anak sekolah, santri, balita, dan ibu hamil untuk meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan, yang diharapkan berdampak pada peningkatan fokus belajar.
Asta Cita 2 (Swasembada Pangan dan Ekonomi Kerakyatan):
MBG diharapkan mendorong kemandirian pangan dengan menggerakkan sektor pertanian dan UMKM lokal sebagai pemasok bahan baku dapur umum MBG.
Asta Cita 5 (Pemberantasan Kemiskinan dan Pemerataan Ekonomi):
Dengan anggaran yang masif (Rp71 triliun pada 2025), program ini diharapkan menciptakan 290 ribu lapangan kerja baru dan mengurangi beban ekonomi keluarga kurang mampu.
Visi Indonesia Emas 2045, MBG menjadi jembatan menuju Indonesia Emas dengan menciptakan generasi yang sehat, kuat, dan cerdas.
Di Kabupaten Tojo Una Una, MBG adalah program yang sangat bermanfaat dirasakan langsung oleh masyarakat (Relawan), melalui penghasilan (Upah) dalam bentuk tunai yang meringankan biaya hidup keluarga.
Dalam Pembagian dana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2026 difokuskan pada nilai Rp15.000 per porsi, dengan rincian sekitar Rp10.000 untuk bahan baku (makanan), Rp3.000 untuk operasional (gaji, listrik, gas), dan Rp2.000 untuk sewa/investasi alat. Total anggaran mencapai Rp335 triliun untuk 82,9 juta penerima, ditransfer langsung ke satuan pelayanan.
Poin Penting Pembagian Dana Dapur MBG:
Skema Penyaluran: Dana langsung ditransfer dari APBN ke rekening dapur (Satuan Pelayanan/SPPG), tidak melalui Badan Gizi Nasional (BGN).
Insentif Dapur, Selain biaya per porsi, dapur MBG mendapatkan insentif availability-based sekitar Rp 6 juta per hari untuk memastikan operasional.
Variasi Menu, Komponen bahan baku senilai Rp. 10.000 disesuaikan, contoh: menu susu tidak setiap hari agar anggaran tercukupi.
Target Tahun 2026, BGN adalah 33.000 dapur/SPPG beroperasi untuk melayani 82,9 juta penerima. Dengan struktur ini, hampir 75% lebih dana digunakan untuk bahan baku guna memastikan kualitas makanan tetap terjaga, sementara sisa anggaran digunakan untuk biaya operasional dan pendukung lainnya.
Berdasarkan informasi terbaru per tahun 2025, program Makan Bergizi Gratis (MBG) Pihak yang bertanggung jawab atas pengelolaan data dan pelaksanaan program ini antara lain:
Yayasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), berperan sebagai pengelola utama di tingkat teknis dapur pelayanan, seperti di wilayah Bailo, Ampana Kota, Kabupate Tojo Una Una.
Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tojo Una-Una: Terlibat aktif dalam penyuksesan program, terutama terkait data sekolah dan siswa penerima manfaat.
Dinas Kesehatan/ Puskesmas: Terkait pemantauan gizi dan kesehatan penerima manfaat (balita/ibu hamil/pelajar).
Pemerintah Daerah Kabupaten Tojo Una-Una, bertanggung jawab atas koordinasi umum dan menyangkut kebijakan.
Sumber lain diperoleh media ini, jumlah Dapur MBG yang beroperasi di Tojo Una Una ada 10 unit Dapur, dengan jumlah 20 ribu penerima manfaat. Sumber itu menyebut ada satu dapur sedang di istirahatkan.
Dari sumber yang sama diperoleh keterangan dalam waktu dekat akan dioperasikan dua unit dapur lagi, yakni di desa Tatari dan Desa Urundaka. Sementara dapur MBG di desa Wanasari Dataran Bulan Kecamatan Ampana Tete masih dalam tahab penyelesaian pembangunannya. (Sam Asiku)