JURNALPOLRISULTENG.ID, MANOKWARI – Kontingen Kabupaten Morowali Utara yang mewakili Provinsi Sulawesi Tengah pada ajang Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV Tahun 2026 tiba dengan selamat di Manokwari, Papua Barat, Rabu pagi (24/6).
Kontingen Morowali Utara akan berlaga pada kategori Paduan Suara Pria (PSP) dan Paduan Suara Wanita (PSW).
Rombongan memulai perjalanan panjang dari Kolonodale sejak 22 Juni 2026 menuju Makassar, sebelum terbang bersama kontingen Sulawesi Tengah lainnya dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin menuju Manokwari.
Setibanya di Bandara Rendani Manokwari, rombongan disambut secara adat oleh Pemerintah Provinsi Papua Barat bersama panitia penyelenggara Pesparawi Nasional XIV.
Kehangatan penyambutan tersebut menjadi kesan awal yang mendalam bagi seluruh peserta yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.
Kontingen Morowali Utara dipimpin oleh Sekretaris Kontingen Krispen Masu, S.STP., M.Si. serta Wakapolres Morowali Utara Kompol Charles B.N. Karimar, S.I.K., S.H., yang juga merupakan putra asli Papua.
Selanjutnya, seluruh kontingen Sulawesi Tengah diantar menuju lokasi pemondokan di Balai Latihan Koperasi dan UMKM Papua Barat yang menjadi pusat akomodasi kontingen Sulawesi Tengah selama pelaksanaan Pesparawi Nasional.
Di lokasi tersebut, seluruh peserta mengikuti ibadah singkat sebagai ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan selama perjalanan yang menempuh ribuan kilometer dari Sulawesi Tengah menuju Tanah Papua.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Papua Barat, Sarce M. Meidodga, S.Sos., bertindak sebagai “Mama Asuh” bagi kontingen Sulawesi Tengah.
Melalui peran tersebut, pihaknya memberikan dukungan penuh terhadap kebutuhan akomodasi dan konsumsi peserta selama berada di Manokwari.
Sekretaris Kontingen Morowali Utara, Krispen Masu, mengatakan kehadiran kontingen di Manokwari merupakan wujud kesiapan Morowali Utara untuk memberikan persembahan terbaik bagi Tuhan sekaligus mengharumkan nama Sulawesi Tengah di tingkat nasional.
“Puji Tuhan, seluruh peserta tiba dengan selamat di Manokwari setelah menempuh perjalanan panjang dari Morowali Utara. Kehadiran kami di Pesparawi Nasional bukan sekadar mengikuti perlombaan, tetapi membawa semangat pelayanan, persaudaraan, dan pujian bagi kemuliaan Tuhan. Kami mohon dukungan doa seluruh masyarakat Sulawesi Tengah agar kontingen Morowali Utara dapat memberikan yang terbaik,” ujar Krispen.
Sementara itu, Wakapolres Morowali Utara Kompol Charles B.N. Karimar mengaku bangga dapat mendampingi kontingen Sulawesi Tengah yang datang ke Tanah Papua.
“Sebagai putra Papua, saya merasa terhormat dapat menyambut dan mendampingi saudara-saudara dari Sulawesi Tengah yang datang membawa misi pujian dan pelayanan. Semoga momentum Pesparawi ini semakin mempererat persaudaraan, memperkuat persatuan bangsa, dan menghadirkan damai sejahtera bagi seluruh peserta,” kata Charles.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Provinsi Sulawesi Tengah, Diah Agustiningsih, menyampaikan apresiasi atas keselamatan seluruh peserta yang telah tiba di Manokwari.
Ia mengungkapkan bahwa seluruh kontingen Sulawesi Tengah mendapat pelayanan yang sangat baik dari Pemerintah Provinsi Papua Barat melalui program “Mama Asuh” yang menyediakan fasilitas penginapan dan konsumsi secara maksimal bagi peserta.
“Kita bersyukur Bapak-Ibu bisa tiba dengan selamat di Kota Injil. Semua karena kebaikan Tuhan. Saya percaya Tuhan yang menyertai perjalanan kita semua hingga tiba di tempat ini,” ujar Diah saat memberikan arahan kepada peserta.
Diah juga mengingatkan seluruh peserta, pelatih, musisi, dan ofisial agar menjaga kesehatan menjelang perlombaan yang akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.
Menurutnya, pemulihan kondisi fisik menjadi prioritas utama setelah perjalanan panjang menuju Papua Barat.
Selain menjaga kesehatan, ia mengajak seluruh peserta untuk menjaga kekompakan, kerukunan, dan hati yang penuh syukur selama mengikuti rangkaian kegiatan Pesparawi.
“Kita datang ke sini untuk memuji Tuhan. Karena itu mari menjaga hati, menjaga persaudaraan, dan saling menguatkan. Ketika kita hidup rukun, di situlah Tuhan memerintahkan berkat-Nya,” pesannya.
Lebih lanjut, Diah mengajak seluruh peserta memaknai kehadiran di Tanah Papua sebagai bagian dari panggilan pelayanan dan kasih Tuhan bagi seluruh umat-Nya.
Menurutnya, Pesparawi bukan sekadar kompetisi paduan suara gerejawi, melainkan momentum mempererat persaudaraan antarumat Kristen dari berbagai daerah sekaligus menjadi sarana mendoakan Papua agar terus diberkati dan dilawat Tuhan.
Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026 yang dipusatkan di Manokwari, Papua Barat, diikuti oleh kontingen dari seluruh provinsi di Indonesia.
Kegiatan ini menjadi ajang tertinggi pembinaan seni musik gerejawi nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan gereja melalui puji-pujian, memperkuat persatuan bangsa, serta mempererat persekutuan umat Kristen di Indonesia.
Dengan tibanya seluruh peserta dalam keadaan sehat dan penuh semangat, kontingen Morowali Utara kini bersiap memasuki tahapan akhir persiapan menjelang perlombaan, dengan harapan dapat memberikan penampilan terbaik sekaligus membawa pulang prestasi yang membanggakan bagi Sulawesi Tengah.(Ryo)
*Apk