Kontestasi pemilu 2024 menyisahkan sepotong kenangan tentang kisah pengabdian buat ibu pertiwi. Ditahun-tahun kedepan menjadi kisah warisan untuk diceriterakan kepada anak cucu, bahwa tugas seorang polisi diwarnai dengan tanggung jawab besar untuk institusi Polri, dibalik seragam dan tampilan setiap anggota Bhayangkara. Perintah Negara dan Perintah Pimpinan harus ditunaikan untuk kepentingan lebih besar untuk masa depan bangsa dan Negara RI.
Dan kali ini pengabdian itu, guna suksesnya Pemilu 2024, dimana Polri kokoh dengan komitmennya “Netralitas Polisi adalah harga mati.”

Catatan sederhana ini adalah apresiasi atas dedikasi dan tanggung jawab yang diusung anggota Polri buat Negara Kesatuan Republik Indonesia tercinta.
Catatan : Sam Asiku
Tugas mulia itu dituangkan dalam rilis Kasi Humas Mapolres Banggai Iptu Al Amin S. Muda, tentang Pengabdian 2 anggota Polri dalam mengawal Kotak dan Surat Suara, semata ntuk’ suksesnya pelaksanaan Pemilu 2024, yang membutuhkan perjuangan dan pengorbanan oleh setiap anak bangsa termasuk Polri.

Seperti perjalanan, bareng yang dilakukan dua Personel Polres Banggai Polda Sulteng, Bripka Mahmudin Kasim dan Bripka I Wayan Sunaya bersama petugas Panwas, KPSS, PPS, sekertariat serta Linmas, saat melakukan pengawalan dan pengamanan logistik Pemilu menuju wilayah terpencil.
Pasalnya, kedua anggota Polri dan petugas ini harus bejalan kaki selama berjam-jam agar bisa sampai ke TPS Desa Dolom, Kecamatan Lobu, Kabupaten Banggai, Sulteng dan sebaliknya sampai ke PPK Lobu.

Perjalanan tanpa arternatif kenderaan roda dua sekalipun, selain jalan kaki dengan waktu tempuh 6 jam Seperti yang diungkap Bripka Mahmudin Kasim saat ditemui sejumlah wartawan di Kantor PPK seusai kembali dari TPS, Kamis (15/2/2024) malam.
Tofografi Sulawesi Tengah, yang dikelilingi pengunungan dan hutan, harus dilalui dengan sabar dan ekstra hati-hati, jika tidak ingin ditelan jurang yang cukup curam. “Sebilan sungai harus diseberangi.
Ketika berarah pulang, kami berangkat dari TPS sekitar pukul 13.00 Wita dan tiba sekitar pukul 19.00 Wita,dikantor PPK” tutur Bripka Kasim sapaan akrabnya.
Bahwa ternyata Tempah fisik dan mental diserta semangat Bhayangkara, begitulah yang memuluskan mereka hingga tiba kembali ditempat tanpa kurang sedikit, ciderapun tidak. Dipolres Banggai yang dipimpn oleh KBP Ade Nuramdani SH, SIK, MH
Sehingga dapat dikatakan, menegakan demokrasi bukan hal yang mudah, sangat mahal, olehnya jangan sampai dicederai oleh kepentingan yang tidak seharusnya dilakukan.

Pemilu 2024…Ketika ibu pertiwi memanggil, tunaikan tugas dan kewajiban sebagai jawaban pasti, abaikan panas dan hujan, letih dan penat. “Alhamdulillah dalam perjalan kembali ke PPK tidak dihadang hujan lagi.”Tuturnya.
“Sebenarnya ungkap kedua anggota Polres Banggai itu, kemarin saat pergeseran terjadi hujan lebat sehingga pergeseran itu tertunda.”Terangnya
Dipenguhujung penuturan mereka, “Alhamdulillah selama perjalanan berangkat ke TPS dan kembali ke PPK, rombongan kami dibekali makanan dan minuman seadannya.” ada raut kepuasan dibalik penuturan itu.
“Semangat dan sumpah Tribrata yang membuat kami kuat, untuk mereka yang ada dibalik gunung dan hutan belukar sana, mereka adalah warga Negara Indonesia, juga memiliki kewajiban dan hak yang sama untuk menyalurkan aspirasinya pada Pemilu 2024. (Samas)