JURNALPOLRISULTENG.ID, SALAKAN – Wakil Bupati Banggai Kepulauan (Bangkep) Serfi Kambey membacakan sambutan Menteri Koperasi pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Koperasi ke-78.
Upacara tersebut turut dihadiri oleh Asisten II Setda Banggai Kepulauan Iswan Saleh, S.Sos, Wakapolres Kompol Abidin, Danramil Tinangkung Pelda Rahmad, Kepala BNN Banggai Kepulauan Oslan Daud, SKM, Kepala Cabang Bank Sulteng Sirajuddin, Kepala Cabang Bank Mandiri, para Kepala OPD se-Kabupaten Banggai Kepulauan, serta para Kabag dan Sekretaris (Eselon III).
Dalam rangkaian kegiatan upacara, Dra. Jeane Rorimpandey bertugas sebagai Perwira Upacara, Jenopri Yabangka, SH sebagai Komandan Upacara, dan pengibar bendera merah putih dari Satpol-PP, yakni Fermat Efendi, Jekli Duasi, dan Eky Ronaldo. Sementara itu, pasukan upacara terdiri dari personel Satpol-PP, Damkar, BPBD, Perhubungan, serta ASN.
Dalam sambutan Menteri Koperasi dan UKM RI, Budi Arie Setiadi yang dibacakan oleh Wakil Bupati, disampaikan bahwa peringatan HUT Koperasi ini bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan perayaan semangat gotong royong yang menjadi napas kehidupan rakyat Indonesia.
“Suasana penuh harapan dan semangat kebersamaan ini bukan sekadar peringatan terhadap lembaga ekonomi, tapi perayaan semangat hidup orang banyak, semangat gotong royong, semangat dari kita, oleh kita, dan untuk kita,” ujarnya.
Lebih lanjut disampaikan bahwa semangat koperasi sejalan dengan konstitusi, sebagaimana diatur dalam Pasal 33 UUD 1945, yang menegaskan bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.
“Bangsa ini dibangun bukan oleh individualisme, tapi oleh gotong royong,” tegasnya.
Dalam koperasi, setiap orang memiliki hak suara yang sama tanpa memandang besaran modal. Prinsip one man one vote adalah simbol demokrasi ekonomi yang memungkinkan semua warga ikut menentukan masa depan bersama.
Koperasi juga dinilai sangat strategis dalam mewujudkan sejumlah Asta Cita Presiden Prabowo. Di sektor pertanian, koperasi mendukung swasembada pangan. Di bidang industri agro-maritim, pengembangan berbasis koperasi dengan kearifan lokal menjadi bagian penting pembangunan dari desa dalam rangka pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan melalui koperasi desa/kelurahan merah putih.
Disebutkan pula bahwa geliat koperasi di Indonesia terus menunjukkan tren positif. Pada tahun lalu, jumlah koperasi aktif mencapai 131.617 unit dengan hampir 30 juta anggota. Artinya, satu dari sepuluh warga Indonesia adalah bagian dari koperasi. Volume usaha koperasi pada tahun 2024 menyumbang Rp214 triliun terhadap PDB nasional.
Namun demikian, dibandingkan koperasi besar dunia seperti Mondragon (Spanyol), Nonghyup (Korea Selatan), Zen-Noh (Jepang), IFFCO (India), Fonterra (Selandia Baru), dan NTUC (Singapura), koperasi Indonesia masih punya banyak ruang untuk tumbuh.
“Kita tidak boleh apatis. Kita harus mendorong tumbuhnya koperasi besar dengan memanfaatkan potensi luar biasa yang dimiliki desa,” ucapnya.
Berdasarkan data BPS 2024, terdapat 84.276 wilayah administrasi setingkat desa, terdiri dari 75.753 desa, 8.486 kelurahan, dan 37 UPT permukiman transmigrasi di 7.281 kecamatan pada 514 kabupaten/kota. Mayoritas masyarakat di 66.002 desa/kelurahan bekerja di sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan. Potensi ini harus dikelola secara kolektif.
Untuk itu, Presiden mengeluarkan Instruksi Presiden dan Keputusan Presiden Nomor 9 Tahun 2025 yang mendorong percepatan pembentukan koperasi desa/kelurahan merah putih. Saat ini, lebih dari 80.000 koperasi telah terbentuk melalui musyawarah desa khusus.
“Koperasi ini bukan hanya tempat simpan pinjam. Ada gerai sembako, gerai klinik desa dan apotek, serta gudang dan transportasi untuk distribusi hasil panen. Barang subsidi kini bisa diakses lebih cepat oleh masyarakat desa,” jelasnya.
Lebih membanggakan, koperasi juga mulai menjalin kemitraan dengan Poktan/Gapoktan, koperasi sektor lain, BUMDes, swasta, dan akademisi. Pendekatan pentahelix ini menempatkan koperasi sebagai pusat kegiatan ekonomi desa, menyasar petani, nelayan, dan pelaku UMKM.
Wakil Bupati menegaskan bahwa koperasi telah membawa dampak nyata bagi kehidupan masyarakat. Contohnya, petani jagung yang sebelumnya menjual hasil panennya sendiri dengan harga rendah, kini dapat menjual secara kolektif melalui koperasi sehingga penghasilannya meningkat dan tidak lagi terjerat tengkulak.
“Koperasi bukan hanya mengubah ekonomi, tapi juga membuka masa depan,” katanya.
Ia mengingatkan bahwa membangun masa depan tidak bisa dilakukan sendirian. Dibutuhkan gotong royong dan ruang kolektif, yang salah satunya diwujudkan dalam bentuk koperasi.
Koperasi, lanjutnya, harus agile, mampu beradaptasi, lebih gesit, inovatif, dan akuntabel agar dapat memberi manfaat lebih besar. Akuntabilitas dan tata kelola koperasi harus terus diperkuat agar semakin dipercaya oleh masyarakat.
“Saya mengajak generasi muda untuk tidak ragu berkoperasi. Koperasi bukan milik orang tua, tapi milik kalian juga. Tempat belajar, bertumbuh, dan menentukan arah ekonomi bangsa,” ucapnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pengurus, pengelola, pengawas, dan anggota koperasi atas kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Namun, ia menekankan perlunya lebih banyak koperasi sektor riil dan produktif, serta koperasi berbasis inovasi dan teknologi.
Di akhir sambutan, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk merayakan HUT Koperasi ke-78 dengan penuh syukur dan semangat baru.
“Mari kita jadikan koperasi sebagai gerakan ekonomi rakyat. Kita buktikan bahwa Indonesia adil, makmur, dan berdaulat bukan karena kekuatan segelintir orang, tapi karena kekuatan rakyat bersama,” tutupnya. (VR)

