JPSULTENG POSO – Pemerintah Kabupaten Poso kembali melanjutkan komitmen membangun wilayah dengan melaksanakan penempatan warga transmigrasi tahap kedua di SP Torire “Watumeboku,” Desa Torire, Kecamatan Lore Tengah.

Acara ini berlangsung khidmat dengan diawali prosesi adat Pekasiwia dan iringan musik bambu, yang disambut antusias oleh masyarakat setempat.
Kegiatan ini dipimpin oleh Asisten Administrasi Pembangunan Setdakab Poso, Ir. Abd. Kahar Latjare, ST., M.Si., mewakili Bupati Poso, didampingi Kepala Dinas Nakertrans Kabupaten Poso, Drs. Syahrur, M.M.. Turut hadir perwakilan Dirjen PKTrans Kementerian Transmigrasi RI, Julio Adi Putra Hutabarak, S.Si., Kepala Dinas Nakertrans Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. Sidik Purnomo, serta delegasi dari berbagai daerah di Jawa.
Sebanyak 25 KK transmigran ditempatkan, terdiri dari 13 KK Transmigrasi Penduduk Asal (TPA) dari Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah, serta 12 KK Transmigrasi Penduduk Setempat (TPS). Penempatan ini melanjutkan tahap pertama yang telah berlangsung pada Desember 2023.
Kondisi hujan tidak menyurutkan semangat masyarakat setempat yang menempuh perjalanan hingga 2 km untuk menyambut para transmigran.
Mobilisasi dilakukan sejak Jumat, 6 Desember, menggunakan ojek dari Jembatan Gantung Desa Torire menuju lokasi permukiman.
Dalam sambutan yang disampaikan oleh Asisten Administrasi Pembangunan, Bupati Poso mengajak seluruh warga untuk bersatu, bekerja sama, dan memanfaatkan potensi wilayah untuk meningkatkan kesejahteraan.
“Mari kita membangun permukiman yang maju, makmur, dan sejahtera, dengan tetap menjaga toleransi dan kerukunan,” tegasnya.
Kepala Dinas Nakertrans Poso, Drs. Syahrur, M.M., menambahkan pentingnya gotong-royong dalam memanfaatkan lahan subur di Torire untuk menciptakan keberhasilan bersama.
Program ini menunjukkan sinergi pemerintah dan masyarakat dalam mendukung transmigrasi sebagai solusi pembangunan dan peningkatan taraf hidup.
Penempatan tahap kedua ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam memajukan kawasan Lore Tengah melalui sektor pertanian dan peternakan yang produktif.
Dengan semangat kebersamaan dan inovasi, Watumeboku diharapkan menjadi model permukiman transmigrasi yang sukses dan berkelanjutan.***