KABUPATEN TOJO UNA-UNA

Workshop Pengenalan Program ASEAN ENMAPS Digelar di Kabupaten Tojo Una Una 

682
×

Workshop Pengenalan Program ASEAN ENMAPS Digelar di Kabupaten Tojo Una Una 

Sebarkan artikel ini

komitmen pemda Tojo Una Una, mendukung sepenuhnya seluruh proses implementasi program terkait dengan ASEAN MAPS

JURNALPOLRISULTENG.ID – AMPANA, Workshop Pengenalan ASEAN ENMAPS digelar di Kabupaten Tojo Una Una, Hotel Lawaka Rabu, 30 April 2025.

Kegiatan itu dihadiri Pj Sekda Tojo Una Una Alfian Matajeng, S.Pd, MAP, kepala dinas kelautan dan  perikanan yang diwakili kabid pengelolaan ruang laut, Abd.Rasyid, A.Pi, M.Si, Kepala Bapperida Tojo Una Una Moh. Amin Bustamin, ST, MM Kadis Perikanan Rahmat Basri S.PI, M.SI, Kadis Parawisata Moh Arsyad, SE, M.Si, Kadis Sosial Ir. Andi Dalfiah, Kadis Perhubungan dan Lingkungan Hidup Ir. Moh. Idurs, MT, para akademisi, LSM serta stakeholder terkait lainnya.  

Bupati Tojo Una Una Ilham Lawidu, SH melalui sambutan dan arahan tertulisnya, disampaikan PJ Sekda Alfian Matajeng, S.Pd, MAP, mengapresiasi Kementerian kehutanan dan lingkungan hidup RI  serta seluruh stake holder Taman Nasional Kepulauan Togean,  Asean Centre For Biodiversity (filipina), serta seluruh stakeholder dan mitra yang telah berkolaborasi dalam menyelenggarakan kegiatan.

Workshop yang digelar menjadi momen strategis untuk memperkenalkan dan memperkuat implementasi program ASEAN ENMAPS, khususnya diTojo Una Una, kepuluaan Togean menjadi salah satu sebagai pilot project.

ASEAN ENMAPS adalah inisiatif kerja sama lintas negara, yang mencerminkan komitmen regional untuk meningkatkan pengelolaan kawasan konservasi laut dan ketahanan ekosistem lintas batas.

Program ini menjadi bukti bahwa upaya pelestarian lingkungan hidup, khususnya ekosistem laut, bukan hanya menjadi tanggung jawab nasional, tetapi juga kerja bersama antar bangsa.

Di Indonesia program difokuskan Taman Nasional Wakatobi dan Taman Nasional Kepulauan Togean, kedua kawasan  pusat keanekaragaman hayati laut dunia yang sangat bernilai.

Diketahui, kepulauan Togean merupakan bagian dari cagar Biosfer Unesco dan segitiga terumbu karang (coral triangle), dengan ekosistem laut yang sangat kaya seperti terumbu karang, padang lamun, dan hutan mangrove.

Penunjukan Togean sebagai pilot project, adalah sebuah kepercayaan besar, sekaligus tantangan untuk menunjukkan,  bahwa pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan dapat diwujudkan dengan baik di daerah.

Dikatakan bupati, program ini tidak hanya berbicara tentang konservasi, tetapi juga menyasar pada penguatan sistem pengelolaan perikanan berkelanjutan, tata ruang laut (MSP), pengelolaan pesisir terpadu (ICM), dan pendekatan ekosistem dalam pengelolaan perikanan (EAFM).

ASEAN MAPS ini bukan sekadar proyek lingkungan, melainkan upaya konkret didalam  memperkuat ekonomi masyarakat pesisir melalui praktik perikanan yang berkelanjutan dan terukur.  “pemda Tojo Una Una memberi dukungan, sejalan dengan visi pembangunan daerah yang menempatkan sektor kelautan dan perikanan sebagai pilar penting pertumbuhan ekonomi lokal.” Ujar Bupati.

Bupati mengingatkan, dalam konteks OTDA, pemda memiliki kewenangan dan tanggung jawab besar untuk memastikan pengelolaan perikanan dan kawasan konservasi berjalan efektif, adil, dan berkelanjutan.

Oleh karena itu, Pemerintah Daerah menyambut baik kolaborasi multi stakeholder yang terjadi dalam program ASEAN ENMAPS, yang  akan memperkuat sinergi antar pihak dan memperluas kapasitas kelembagaan di daerah.

Terkait kegiatan yang digelar, bupati ingin memastikan apakah semua pihak, baik instansi pemerintah, pengelola taman nasional, LSM, Akademisi, hingga masyarakat pesisir, memiliki pemahaman yang sama dan kapasitas yang memadai dalam mengelola kawasan laut secara berkelanjutan.

Menurut bupati, pendekatan berbasis ilmu pengetahuan dan partisipasi masyarakat harus menjadi fondamen dari setiap intervensi program di lapangan. Juga Ilham Lawidu menekankan, pemda Tojo Una Una ingin melihat adanya peningkatan kualitas ekosistem laut, peningkatan hasil tangkapan yang berkelanjutan, serta meningkatnya kesejahteraan masyarakat pesisir.

Terutama bagaimanan program ini diharapkan mendorong munculnya inovasi lokal, praktik perikanan ramah lingkungan, serta model konservasi berbasis masyarakat.

Bupati mendorong kuat, workshop ASEAN MAPS akan membuka ruang dialog dan pertukaran gagasan antar praktisi dan pemangku kepentingan lintas negara yang terlibat.

Bupati meyakinkan  komitmen pemda Tojo Una Una, mendukung sepenuhnya seluruh proses implementasi program terkait dengan ASEAN MAPS, baik dari sisi kebijakan, kelembagaan, maupun fasilitasi lintas sektor.

Sementara Inti sambutan Kepala Balai Taman Nasional Kepulauan Togean (TNKT) Abd Rajab, ST, MP  menjelaskan, program ASIAN MAPS ditujukan untuk mendukung pengembangan jaringan kawasan konservasi perairan dalam ekosistem laut besar di Asia.

Dengan lokasi pilot  di Indonesia Filipina dan Thailand, dimana program regional sudah dimulai sejak tahun 2024, sedangkan untuk Indonesia dimulai tahun 2025.

Sejalan dengan workshop yang digelar, didalam memastikan program ini, tim ASEAN MAPS yang terdiri 7 orang berbagai basis spesial keilmuan, diantaranya diantaranya spesialis perikanan yang berkelanjutan, spesialis gender dibawah koordinasi  Kementerian kehutanan pada Direktorat konservasi Kawasan, dua hari yang lalu  telah melakukan kunjungan lapangan untuk melihat kondisi sumber daya alam laut serta kondisi masyarakat sekitar.

Pada kunjungan itu telah dilakukan pertemuan para pihak dikawasan, yang dilaksanakan didesa ketupat, Kabalutan, desa Tiga  Pulau dan didesa Pulau Enam. Kunjungan itu pula, untuk memetakan  kondisi laut di kawasan Taman Nasional,  dan masyarakat yang berada di sekitar taman nasional.

Dikatakan kepala Balai TNKT, pertemuan hari ini merupakan akhir dari rangkaian dalam penyusunan suatu perencanaan yang terstruktur serta memberi efek,  serta menjadi salah satu jembatan yang dibangun oleh TNKT dengan masyarakat dan aparat desa.

Dipenghujung sambutannya, Abdul Rajab, berpesan “mari kita jaga bersama, sumber pangan untuk kelestariannya, demi  masa depan anak-anak kita”Tutup (samas)