Berita

DINAMIKA PENYELENGGARAAN DAN PEMBANGUNAN KEPEMIMPINAN IHLAS

1850
×

DINAMIKA PENYELENGGARAAN DAN PEMBANGUNAN KEPEMIMPINAN IHLAS

Sebarkan artikel ini

Narasi yang terbangun dalam tulisan ini, bukan seperti kewajiban membuat  skripsi maupun tesis untuk meraih pengakuan.

Namun adalah bentuk sikap pewarta yang memiliki tanggungjawab dan nurani dalam menyuarakan  kondisi dan dinamika disekelilingnya.

Dari sisi lain adalah bentuk pengabdian Pers yang akan selalu berimbang dan jujur membangun kesadaran dan mengedukasi masyarakat, tentang  apa yang terjadi didaerahnya, dan apa yang dilakukan pemerintah daerah, didalam mewujudkan visi misi yang tertuang dalam  program,  dalam hal ini pasangan Bupati dan Wakil Bupati Ilham Lawidu, SH dan Hj. Surya, S.Sos, M.Si dalam kondisi keterbatasan anggaran, Refocusing yang getarannya terasa dimana-mana.

Catatan : H. Sam Asiku

Beberapa catatan dalam bentuk rilis Sekretaris Daerah yang disampaikan Kadis Kominfo, Tojo Una Una Dg Mario Pawajoi, SH, MH sebagai corong pemerintah daerah kabupaten Tojo Una Una.

Dalam rilis itu, sekda Alfian Matajeng, S.Pd, MAP menyampaikan bahwa kemiskinan suatu daerah tak lepas bahkan terkait erat dengan 6 point indikator :

  1. Karateristik Wilayah (3T, rawan bencana, Konflik Sosial)
  2. Aksesbilitas
  3. Keuangan Daerah
  4. Sapras
  5. SDM dan
  6. Perekonomian masyarkat.

Diulas Sekda Alfian Matajeng, Indikator yang dimaksud sempurna  berada diwilayah Kabupaten  Tojo Una Una, sehingga sulit dielakan dari predikat Kemiskinan Tojo Una Una, yang selalu pada urutan ke 13 atau 12 kabupaten/Kota setiap tahun di Provinsi Sulawesi Tengah.

Bahkan menurutnya, kabupaten tertuapun yang sudah lama menjadi daerah Otonom, tak dapat menghindari predikat angka kemiskinan tinggi.

Menurut sekda, dari sisi persentase angka miskin Tojo Una Una tinggi, tapi jika melihat jumlah masyarakat miskin Tojo Una Una, Tojo Una Una memiliki jumlah penduduk yang juga sedikit.

“Realitas jumlah masyarakat miskin di Tojo Una Una sedikit, jika dinilai dari kuantitas jumlah penduduknya” Papar Sekda.

Alfian Matajeng mengungkap tentang fakta menunjukan bahwa karakteristik wilayah Tojo Una Una sangat sempurna, memiliki pulau-pulau, dataran datar, pegunungan/ pedalaman dan Sungai sehingga aksesibilitas dan daya beli kebutuhan masyarakat terbatas.

Demikian pula keberadan Pemda Tojo Una Una, daya beli terbatas untuk menjangkau keinginan masyarakat dengan cakupan luas wilayah dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan,  jika dikaitkan kabupaten Tojo Una Una dalam wilayah 3 T,  dalam memenuhi kebutuhan sapras, aksesbilitas yang menjadi harapan masyarakat.

Namun dipastikan ungkap Alfian Matejeng, setiap tahun di Tojo Una Una terjadi peningkatan pembangunan, baik sapras, aksesbilitas, pemberdayaan dan SDM serta pertumbuhan ekonomi.

Tahun pertama IHLAS memimpin tahun 2025 telah menoreh beberapa program yang menyentuh, diantaranya program Binar dengan angka Rp. 7 milyar sebagai wujud nyata membantu  biaya pendidikan mahasiswa tanpa memandang strata sosial.

Demikian bantuan Hibah Rumah Ibadah, pondok pesantren dan Ormas dikucurkan dengan besaran sekitar  Rp. 6,5 milyar, dan program lainnya seperti pakaian sekolah gratis, belanja publik, cetak sawah, Sekolah Rakyat dan sarana dan prasaran (Sapras) telah dibangun serta belanja pegawai dengan total anggaran APBD 2025 sekitar 1, 302 Triliun.

Terkait dinamika Kendaraan dinas (Randis) Bupati dengan harga Rp.1,3 miliar dalam belanja APBD perubahan yang dibahas dan ditetapkan bersama dan secara sah tandatangani pimpinan DPRD adalah dokumen  resmi, dan tak ada alasan untuk tidak diketahui dan wajib diimplementasikan belanjanya.

Randis dibelanjakan bulan Desember 2025 dan bila dikonversi dengan persen hanya 0,099 % tidak sampai 0,01 % dari jumlah APBD 2025, sangat rasional sesuai peraturan perundangan, walaupun masih ada pihak belum menerimanya serta kritis terhadap kemajuan daerah, “itu wajar dan manusiawi, sepanjang tidak memiliki tendensi lain dibaliknya.”Ujar Sekda Alfian Matajeng.

Pada APBD Tahun 2026, atas petunjuk Bupati Tojo Una Una, Pemerintah Daerah mengoptimalkan dan mengefisienkan belanja dengan kebijakan pemerintah pusat untuk transfer ke daerah (TKD) Pemda Tojo Una Una berkurang Rp. 150 Milyar.

Olehnya kebijakan pemda tidak lagi memporsikan belanja sewa Kendaraan dan berakhir sampai masa kontrak bagi pejabat ASN lingkup Pemda Tojo Una Una tahun 2026, sehingga para pejabat memanfaatkan Randis operasional yang tersedia.

Sekda mengharapkan kepada seluruh masyarakat, agar tidak perlu larut dalam dinamika yang berulang-ulang sebagai opini yang memberi kesan bagi orang lain.

“beri kesempatan pada Bupati dan jajaran bekerja dimasa bhaktinya untuk mewujudkan Tojo Una Una  yang Religius, Maju, Adil dan Sejahtera Berbasis Sektor Unggulan Yang Berkelanjutan (samas)