Kabupaten Banggai

Amirudin Tamoreka Ungkap Sejarah dan Keberhasilan Program ‘Satu Juta Satu Pekarangan’

1530
×

Amirudin Tamoreka Ungkap Sejarah dan Keberhasilan Program ‘Satu Juta Satu Pekarangan’

Sebarkan artikel ini
Amirudin Terima Penghargaan Kemenkumham, Pemda Banggai Dipuji atas Program HKI Gratis. (Foto Istimewa)

JPSULTENG, BANGGAI – Dalam acara Ngobrol Santai Sambil Ngopi yang dihadiri Calon Bupati Banggai, Amirudin Tamoreka bersama Furqanuddin Masulili, ia menjelaskan lebih lanjut tentang program ‘Satu Juta Satu Pekarangan’ yang telah menjadi viral dan diakui oleh berbagai kalangan. Program ini, menurut Amirudin, merupakan inovasi untuk memberdayakan masyarakat dan telah mendapatkan sertifikasi dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham). Selasa, 8 Oktober 2024.

(Calon Bupati Banggai Amirudin Tamoreka Bersama Calon Wakil Bupati Banggai Furqanuddin Masulili.)

Sejarah Program Satu Juta Satu Pekarangan

 

Amirudin memulai ceritanya dengan menggambarkan bagaimana ia mulai dikenal oleh masyarakat Banggai sebelum mencalonkan diri sebagai Bupati. “Saat itu, sebelum tahun 2020, saya tidak dikenal oleh banyak orang di Kabupaten Banggai. Saya hanya dari Toili dan jarang bepergian ke daerah-daerah lain,” ungkap Amirudin. Ia kemudian memutuskan untuk berkeliling ke 337 desa dan kelurahan dalam rangka memperkenalkan dirinya dan mendengarkan aspirasi masyarakat.

Salah satu inspirasi utama untuk program ini datang ketika ia melihat kondisi banyak ibu-ibu di desa yang hanya fokus pada pekerjaan rumah tangga tanpa ada tambahan pendapatan. Dari situlah muncul gagasan untuk memberdayakan para ibu melalui program ini.

Implementasi Program

 

Program ‘Satu Juta Satu Pekarangan’ bertujuan memberikan masyarakat akses pada kegiatan ekonomi produktif. “Misalnya, untuk pertanian, kami memberikan bibit cabai, untuk perikanan kami sediakan bibit lele, dan untuk peternakan, kami sediakan ayam petelur atau pedaging,” kata Amirudin. Program ini diharapkan mampu meningkatkan daya beli masyarakat dan membantu mereka dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Foto. Ngobrol Santai Sambil Ngopi Bersama Amirudin Tamoreka

Amirudin juga menceritakan bagaimana program ini mendapat pengawasan ketat dari pemerintah pusat. “Anggaran yang dikeluarkan dari APBD harus mendapatkan asistensi dari Pemerintah Provinsi sebelum bisa digunakan. Tidak sembarangan semua orang bisa menerima bantuan, hanya mereka yang terdaftar dan memenuhi syarat.”

Keberhasilan Program

 

Hasil dari program ini dianggap sangat signifikan, terutama dalam mengurangi angka kemiskinan ekstrem di Kabupaten Banggai. “Pada tahun 2023, kemiskinan ekstrem di Banggai mencapai 0%. Ini adalah pencapaian luar biasa dan salah satu faktornya adalah keberhasilan program Satu Juta Satu Pekarangan,” tambah Amirudin. Ia juga menyebutkan beberapa contoh keberhasilan program ini, seperti panen tomat yang menghasilkan hingga Rp80 juta dan panen cabe yang mencapai Rp15 juta.

 

Tanggapan terhadap Kritik

 

Amirudin menyadari bahwa program ini tidak lepas dari kritik. Namun, ia menekankan bahwa tidak semua kritik didasari oleh fakta yang akurat. “Ada saja yang hanya mencari-cari kekurangan, padahal bukti keberhasilan program ini sangat jelas,” ujarnya.

Dalam menanggapi kritikan, Amirudin memilih untuk tidak terlalu mempedulikan tuduhan negatif. “Kita hanya bisa mendoakan agar mereka yang menulis hal-hal buruk diberi hidayah oleh Allah SWT,” ujarnya.

 

Amirudin berharap program ‘Satu Juta Satu Pekarangan’ dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Kabupaten Banggai. *