JURNALPOLRISULTENG.ID – TOJO UNA UNA, Hasil penelusuran sebuah pemandangan miris adanya unggahan yang beredar di Sosial Media, evakuasi mayat mengunakan sepeda motor. Perlu transparasi tentang unggahan masyarakat desa mana agar tidak membias, sebagai nilai tanggung jawab pengunggah.
Keterangan dari Haji Mohamad Rafik, bahwa yang mengalami peristiwa itu adalah warga Uematopa yang sakit dibawah kepuskesmas bulan Jaya dan meninggal, masyatnya dibwah kedusun Pariah.
Diketahui Prosedur evakuasi mayat (jenazah) harus dilakukan dengan protokol kesehatan dan keamanan yang ketat untuk menjaga kehormatan jenazah serta keselamatan petugas.
Kejadian itu menjadi pertanyaan yang mengarah kemana-mana, baik kepada pemerintah daerah, terlebih pada managemen pihak puskemas sebagai perpanjangan pemerintah daerah.
Pertanyaan lain, apakah terjadi kebutuan koordinasi dari keluarga yang berduka karena ketidak mampuan serta tak berdaya melakukan komunikasi menuntut prosedur evakuasi mayat, yang seharusnya menjadi atensi camat, lurah kades, bahkan tingkat RT da RW, dimana tuntutan kebutuhan masyarakat adalah urgen yang perlu diprioritaskan terlebih dalam suasana duka.
Jika tanggung jawab dan kebaikan tak lagi ada dalam jiwa para pemangku kepentingan, baik pejabat instasi horizontal maupun vertikal, sehingga masyarakat bertindak mengambil jalan arternatif mengunakan sepeda motor.?
Seharusnya fenomena ini menjadi tamparan bagi pimpinan daerah dan OPD akibat tak cerdas struktur menyikapi kondisi miris masyarakat.
Penomena ini butuh ketegasan pimpinan daerah, perlu mengevaluasi evaluasi kinerja OPD maupu pihak terkait yang bertanggung jawab, karena tak mampu menghadirkan negara dalam susana masyarakat sangat membutuhkannya.
Pihak legislative yang mewakili Rakyat, agar lebih peka dan cekatan serta peduli seperti mendekati dan merayu masyarakat saat pilkada maupun pemilu.
Tak harus melihat dapil, penting penegasan regulasi yang lebih pesifik soal evakuasi masyarakat masyarakat, agar tak menampakan kesenjangan, adanya pengadaan mobil dinas pejabat dan kemegahan inprafstruktur lainnya, serta pidato yang menggugah.
Sebagai pengingat “Bahwa suara Rakyat sangat mahal untuk dihargai hanya dengan nilai rupiah tanpa tindakan dan kepedulian.” Foto Unggahan FB