KABUPATEN TOJO UNA-UNA

GEMURUH RAJA DI BUMI SIVIA PATUJU: KETIKA DERU MESIN MEMANGGIL DUNIA

568
×

GEMURUH RAJA DI BUMI SIVIA PATUJU: KETIKA DERU MESIN MEMANGGIL DUNIA

Sebarkan artikel ini

Ketika Jambore VI Regional RX-King Sulawesi Tengah di gelar di Ampana

Minggu 28 Juni 2026, Diujung senja catatan ini dapat dimaknai sebagai surat cinta dari Bumi Sivia Patuju, yang pernah dinobatkan sebagai daerah tertinggal dan daerah miskin ekstrim.

Kondisi yang sebenarnya, predikat itu menjadi tantangan bagi masyarakatnya yang tersentuh harga dirinya. Betapa Kabupaten Tojo Una Una berpisah dari kabupaten Induk Poso, Pemerintah yang baru terbentuk dibawah bupati pertama Drs. H. Damsik Ladjalani mampu mengolah dana APBD yang sangat kecil, and toh manajemen kepemipinan  putera  kepulauan itu telah mengantar Kabupaten Tojo Una Una pada kondisi yang tak bisa dipadang sebelah mata beberapa waktu yang lalu. 

Catatan : H. Sam Asiku

Hingga saat ini, rutinitas masyarakatnya tetap hidup tenang menikmati hidupnya, tak ada teriakan histeri karena kelaparan, jalan nyaris tak ditemukan pengemis jalanan mengais rezeki.

Kabupaten Tojo Una Una adalah lumbung potensi, baik dibentangan lautannya hingga  daratannya yang subur. Bahkan  kepulauan Togean sudah sangat familiar dimanca negara,karena keindahan dengan 3 demensi fanorama yang membuat turis datang berkali- kali.

Dimasa lampau sejarah mencatat pulau Una Una yang dilanda bencana tahun 1983,  dikenal sebagai pulau ringgit oleh negara penjajah.

Diakhir pekan kemarin, Aspal jalanan Ampana mendadak bergetar bukan karena gempa, melainkan oleh harmoni deru mesin “Sang Raja” yang memecah kesunyian di lingkar Teluk Tomini.

Catatan Akhir pekan ini, 27–28 Juni 2026, Kabupaten Tojo Una-Una resmi mengukir sejarah baru. Bumi Sivia Patuju terpilih menjadi panggung megah bagi Jambore VI Regional RX-King Sulawesi Tengah, sebuah pencapaian langka yang berhasil menyisihkan 81 kabupaten lain di tanah Sulawesi.

Di bawah langit pariwisata yang membentang, ribuan pencinta otomotif datang mengalir bagai arus sungai dari berbagai penjuru mata angin—mulai dari daratan Sulawesi, eksotisme Maluku, hingga riuhnya Pulau Jawa.

Mereka hadir bukan sekadar menunggangi besi tua, melainkan membawa misi persaudaraan yang mengikis habis stigma negatif jalanan.

Acara akbar ini disambut hangat oleh Bupati ke tiga kabupaten Tojo Una-Una, Ilham Lawidu. Politisi Partai Golkar bicara tentang  daerahnya, kehadiran ribuan bikers ini adalah berkah yang mengetuk pintu-pintu ekonomi lokal; penginapan, hotel, hingga losmen kecil di Ampana penuh sesak oleh para tamu yang merayakan solidaritas.

Namun, di atas segalanya, event ini adalah surat cinta untuk dunia tentang keindahan pariwisata daerah.

Asap knalpot yang membubung seolah menjadi pemanggil perhatian nasional agar menengok sepotong surga tersembunyi di kancah internasional: Kepulauan Togean yang anggun menanti di tengah laut.

Melalui deru mesin RX-King yang legendaris, Tojo Una-Una kini tidak lagi sunyi; ia telah bersuara, mengabarkan pada dunia pesonanya siap menyambut siapa saja yang datang dengan jiwa petualang.

Melengkapi catatan ini tentang Yamaha RX-King,  legenda motor 2-tak di Indonesia yang dijuluki “Raja Jalanan”. Diproduksi sejak 1983, motor ini terkenal berkat mesin 135cc yang sangat bertenaga, akselerasi responsif, serta suara knalpot yang khas. Pamornya bertahan kuat hingga hari ini sebagai barang koleksi bernilai tinggi.

Jejak RX King dalam Sejarah dan Evolusi, memiliki Perjalanan RX-King bermula dari pendahulunya, Yamaha RX100 (1977). Kesuksesan seri RX berlanjut hingga Yamaha merilis RX-K 135 pada 1981, yang kemudian disempurnakan menjadi RX-King pada tahun 1983.

Motor ini melalui beberapa generasi ikonik, RX-King Cobra (1983 – 1990-an): Generasi awal yang sangat diburu kolektor karena desain setang yang menyerupai leher kobra dan performa mesin yang paling buas.

RX-King Master (1995 – 2000-an): Generasi yang diproduksi lokal dengan teknologi YCLS (Yamaha Computerized Lubrication System), membuat tarikannya lebih stabil namun tetap bertenaga.

Generasi Lampu Bulat (2002 – 2009): Model pembaruan terakhir sebelum produksi dihentikan karena regulasi emisi, yang tampil klasik dengan lampu depan bulat dan knalpot berlapis chrome.(samas) Foto Istimewa