JURNALPOLRISULTENG.ID, TOJO UNA-UNA — Penanggalan pada lembar harian kalender terasa lama dalam hitungan, akan tetapi dalam kalkulasi politik waktu tak pernah sekalipun menengok kebelakang menunggu siapa saja, sangat singkat sehingga menjadi tantangan dalam mempesiapkan penghelatan besar demokrasi, waktu seakan tidak cukup untuk berkompromi.

Ilham Lawidu, SH menerima petaka saat terpilih menjadi ketua DPD II Partai Golkar Tojo Una Una
Mengintip pergerakan politik di Kabupaten Tojo Una Una, tercatat Senin 22 Juni 2026, DPD II Partai Golkar Kabupaten Tojo Una-Una resmi merampungkan seluruh verifikasi administrasi dan kepengurusan untuk Pemutakhiran Data Partai Politik Berkelanjutan di bawah kepemimpinan Ilham Lawidu, SH.
Kesiapan ini dikonfirmasi langsung setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) bersama Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Tojo Una-Una menuntaskan verifikasi faktual di Sekretariat DPD II Golkar, Kelurahan Uemalingku, Kecamatan Ratolindo.
Pembaruan data ini mencakup validasi dokumen kepengurusan, pemenuhan kuota keterwakilan perempuan, hingga legalitas domisili kantor sekretariat. Langkah administratif yang rampung di pertengahan tahun 2026 tersebut menjadi bukti nyata keseriusan partai berlambang beringin ini dalam memacu mesin politik lokal menghadapi kontestasi pemilu mendatang.
Torehan sejarah perjalan panjang Partai Golkar dari Mesin Orde Baru ke Jangkar Koalisi Modern;
Secara nasional, kekuatan Partai Golkar berakar pada fleksibilitas dan kemampuan adaptasi yang tinggi melewati berbagai transisi politik besar di Indonesia:
Dominasi Orde Baru: Menjadi kekuatan politik tunggal selama puluhan tahun di bawah rezim Soeharto dengan mengandalkan jalur birokrasi dan militer.
Ujian Era Reformasi (1998): Mampu lolos dari desakan pembubaran massal melalui strategi rebranding total di bawah kepemimpinan Akbar Tandjung.
Pragmatisme Teknokratis, konsisten memposisikan diri sebagai “partai tengah” yang hampir tidak pernah berada di jalur oposisi murni dalam dua dekade terakhir.
Kaderisasi Tangguh, infrastruktur politik yang kokoh di tingkat daerah membuat partai tetap solid di tengah riak faksionalisme internal pusat.

Kebangkitan Beringin di Negeri Sivia Patuju
Di Kabupaten Tojo Una-Una, Golkar memiliki rekam jejak emas dengan pernah mengamankan 11 kursi di lembaga legislatif dan mendudukkan kadernya sebagai bupati pembuka fondasi pembangunan daerah. Saat ini, kepemimpinan Bupati Ilham Lawidu menjadi poros utama re-organisasi internal.
Guna menjawab tantangan politik ke depan, DPD II Golkar Tojo Una-Una tak melalaikan dua opsi strategi pemenangan berbasis modern:
Pendekatan Berbasis Data adalah strategi pemenangan beralih dari insting ke pembedahan basis data pemilih, tren demografi, serta pemetaan isu wilayah yang presisi.
Soliditas Manajemen Tim mencakup Pembagian peran struktural diperketat secara berlapis mulai dari tim pemenangan kabupaten, logistik, hingga kesiapan koordinator saksi di tiap TPS.
Selesainya verifikasi faktual oleh KPU dan Bawaslu menegaskan bahwa Golkar Tojo Una-Una menolak pasif. Partai ini memilih berpacu dengan ritme waktu guna menata kader potensial ke dalam barisan yang siap memenangkan pertarungan politik mendatang.(H. Sam Asiku) Foto Istimewa