PEMDA TOJO UNA-UNA

Hj. Surya: Menamkan Budaya Bersih Dan Rapi Adalah Upaya  Bangun Masa Depan Daerah.

450
×

Hj. Surya: Menamkan Budaya Bersih Dan Rapi Adalah Upaya  Bangun Masa Depan Daerah.

Sebarkan artikel ini

Seorang pejabat tak perlu malu memegang sapu tampil sebagai contoh dan motivator bagi Rakyatnya

Budaya bersih nan tertata rapih akan selalu mengikuti langkah Hj. Surya, S.Sos, M.si sejak manatah karirnya,  memimpin beberapa OPD  dipemerintahan Daerah Kabupaten Tojo Una Una, sikap itu tak butuh pujian karena menjadi prinsif dan sikapnya.

Kebiasaan baik bahkan dapat dikatakan candu,  terus terbawa dan melatari kepribadian Hj. Surya sejak dilantik pada 2025, Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una menjadi wakil bupati mendapingi bupati Ilham Lawidu,SH.

Hj. Surya, tak kehilangan jati diri dan nalurinya sebagai ibu panutan, untuk terus berbenah, ibarat Kabupaten Tojo Una Una adalah rumah besar yang harus terus bersih dan tertata apik, indah dipandang mata.

 Catatan : H. Sam Asiku

Menginspirasi kalimat bijak Ikechukwu Izuakor, bahwa Kerapian dan kebersihan bukanlah fungsi yang ditentukan  oleh seberapa kekayaan dan kemiskinan, tetapi adalah mentalitas dan prinsip.

Sedang menurut Amit Ray, bahwa Kebersihan adalah pola pikir. Kebiasaan positif yang membuat tubuh, pikiran, dan lingkungan bahagia, sehat, sederhana, rapi, dan menyenangkan.

Mantan sekwan DPRD Tojo Una Una, tetap konsisten  menggelar kerja bakti setiap hari Jumat sebagai wujud komitmen membangun budaya bersih dan tertib.

Gelar Kerja Bakti itu nampak yang melibatkan ASN TNI Polri serta masyarakat. Jumat 13 Februri 2026.

Ia menegaskan, melalui Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI), bukan sebatas instruksi dan wacana, akan tetapi ia menghendaki kebiasaan baik tersebut harus terus tumbuh tumbuh dalam kehidupan sehari-hari seluruh ASN hingga kepada pemerintahan Desa.Tak perlu malu memegang sapu meskipun dalam jabatan apapun. Ujarnya.

Semangat gotong royong terus dibangun dalam kolborasikan ASN, pelajar, serta TNI-Polri untuk menjadi pilar kekuatan dalam  mencapai lingkungan bersih, nyaman dan asri.

Wabub mengatakan, budaya gotong royong adalah kekuatan dalam lingkup masyarakat dimana pemerintah daerah menjadi garda terdepan dalam memberi contoh.

Menurutnya lingkungan yang bersih bukan hanya menciptakan masyarakat yang sehat, tetapi juga meningkatkan kenyamanan, produktivitas, hingga potensi pariwisata dan ekonomi lokal.

“Gerakan ASRI adalah investasi jangka panjang untuk generasi mendatang” Ucapnya  memberi support.

Mantan Kadis Dikpora Tojo Una Una tersebut, mengharapkan budaya bersih lingkungan menjadi  perilaku sadar dan rutin untuk menjaga kebersihan, kerapian, dan kesehatan lingkungan, baik di rumah, sekolah, maupun kantor, sebagai bagian dari gaya hidup sehat. “Ini mencakup tindakan seperti membuang sampah pada tempatnya, pengelolaan sampah (pemilahan), kerja bakti (Jumat bersih/korve), dan penghijauan.

Berikut adalah poin-poin penting mengenai budaya bersih lingkungan:

Penerapan di Rumah & Lingkungan: Membuang sampah pada tempatnya, tidak membuang sampah ke sungai/selokan, dan membersihkan halaman secara rutin.

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS): Gaya hidup yang mengutamakan kebersihan tubuh dan lingkungan untuk meningkatkan kualitas hidup.

Budaya di Sekolah: Siswa dididik peduli lingkungan melalui piket kelas, menjaga tanaman, dan memungut sampah di lingkungan sekolah.

Budaya di Tempat Kerja: Melakukan “korve” atau bersih-bersih rutin secara mandiri, tidak hanya bergantung pada petugas kebersihan.

Konsep Utama: Meliputi 3R (Reduce, Reuse, Recycle), menanam pohon, dan tidak membakar sampah sembarangan.

Tujuan: Menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan nyaman, serta membangun disiplin dan tanggung jawab pribadi terhadap lingkungan.

Dengan membudayakan perilaku ini, kebersihan lingkungan dapat meningkatkan kesehatan jasmani dan menciptakan kenyamanan bersama. (samas)