Moh Arsad : Kegiatan ini akan dibuka oleh Bupati Tojo Una-Una Mohammad Lahay, SE, MM
JURNALPOLRISULTENG.ID -TOUNA, Bupati Tojo Una-Una Mohammad Lahay, SE, MM akan membuka Pagelaran Seni dan Budaya Tojo Una-Una yang akan digelar di Lapangan Bumi Mas keluarahan Uemalingku Kecamatan Ratolindo Kabupaten Tojo Una-Una yang dijadwalkan mulai 17 Nopember 20023 hingga 19 Nopember 2023.
Lokasi Kegiatan Pagelaran Seni Dan Budaya
Kegiatan ini akan dihadiri Gubernur Sulteng yang diwakili Kepala dina kebudayaan Andi Kamal Lembah, SH, M.Si, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Sulawesi Tengah (Sulteng) Hermansyah SiregarKepala Balai Pemajuan Kebudayaan BPK wilayah 18 Sulawesi Tengah-Sulawesi Barat, Kadis Parawisata Sulteng, dan sejumlah undangan lainnya.
Kadis Parawisata Moh. Arsad, SE, M.Si dimintai keterangannya Kamis 16 Nopember 2023 diruang kerjanya, mengatakan Pagelaran Seni dan Budaya, dalam rangka memeriahkan pesta pasca panen (Mora’a) yang sebelumnya telah dilaksanakan di tiga kecamatan yakni kecamatan Ulubongka, Tojo dan kecamatan Tojo Barat.
Menurut Moh. Arsad, pelaksanaan kegiatan Mora’a itu digelar ditempat asal adat istiadat itu yakni di kecamatan Tojo, Tojo Barat dan Kecamatan Ulubonga, belum lama ini.
Kedepan kita akan gelar Seni dan Budaya itu di tiap kecamatan, yang nantinya dilaksanakan oleh Majelis Adat, Dinas Parawisata dari sisi kebijakan dan anggaran jika memungkinkan.
Gagasan itu dimaksudkan untuk menjaga keaslian seni dan budaya yang ada didaerah ini, perlu dilestarikan dan diwariskan kepada generasi muda sebagai penerus.
“Kami berterima kasih atas dukungan bupati dan kesediannya membuka acara ini, dimana kegiatan adalah kolaborasi antara Pemerintah Daerah dan Pemerintah Provinsi Sulteng serta Balai pemajuan kebudayaan BPK wilayah 18 Sulawesi Tengah- Sulawesi Barat” Ujar Kadis Parawisata.
Pada kegiatan ini akan ditampilkan Musik Geso-geso oleh Maestro Mido Jala dari kecamatan Ulubongka.


Mastro Geso-Geso Mido Jala
Perlu diketahui Alat musik gesek Geso-geso dan Sopu (Sumpit) alat perang tradisional sudah ditetapkan sebagai alat musik dan senjata Tradisional sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia (WBTI) oleh pemerintah pusat melalui kementerian Pendidikan dan kebudayaan.
Bupati melalui sekretaris daerah, Dr. Hj. Sovianur, SE, M.Si memberi respek dan dukungan terhadap gelar seni dan budaya Tojo Una-Una.
Menurut Sekda, Kegiatan yang menampilkan seni budaya lokal untuk diperkenalkan ke kabupaten sekitar maupun tingkat provinsi. “Harapan kami output kegiatan dapat mencapai sasaran, dalam melestarikan Seni dan Budaya, serta memberi dampak positif pada kegiatan parawisata di daerah ini” Tandas Sekda (Ditulis Sam Asiku)
