Pemda Banggai

Membangun Perkebunan Berbasis Riset, Bupati Banggai Jalin Kerja Sama Dengan Universitas Brawijaya Malang

848
×

Membangun Perkebunan Berbasis Riset, Bupati Banggai Jalin Kerja Sama Dengan Universitas Brawijaya Malang

Sebarkan artikel ini

JURNALPOLRISULTENG.ID, BANGGAI – Pemerintah Kabupaten Banggai terus mengambil langkah strategis dalam memperkuat fondasi pembangunan daerah berbasis ilmu pengetahuan. Bertempat di Universitas Brawijaya, Malang, Bupati Banggai Ir. H. Amirudin, MM., AIFO., melakukan kunjungan resmi yang disambut langsung oleh Direktur Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat UB, Prof. Luchman Hakim, S.Si., M.Agr.Sc., Ph.D. Jumat, (20/06/2025).

“Semoga kerja sama yang kita gagas dapat membawa kebaikan,” ujar Prof. Luchman dalam sambutannya. “Kami berkomitmen untuk melaksanakan penelitian yang berdampak langsung terhadap pembangunan masyarakat.”

Pertemuan ini menjadi tonggak awal penyusunan Kajian Roadmap Potensi Tanaman Perkebunan Kabupaten Banggai, dengan fokus utama pada komoditas kelapa. Komoditas ini dinilai strategis dan memiliki potensi besar jika dikelola secara sistematis, berkelanjutan, dan berbasis data.

Program riset tersebut dilaksanakan oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Banggai. Kepala Badan, Andi Nur Syamsy Amir, S.STP., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kajian ini bertujuan untuk “mengidentifikasi potensi aktual dan prospektif tanaman perkebunan di Kabupaten Banggai dari aspek sumber daya, produksi, dan distribusi wilayah; serta mendorong kolaborasi perencanaan pengembangan perkebunan ke dalam dokumen perencanaan daerah dan kerja sama lintas sektor.”

Dalam sambutannya, Bupati Banggai menyampaikan apresiasi kepada Universitas Brawijaya yang telah menerima langsung jajaran Pemerintah Daerah. Ia menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari ikhtiar membangun sektor perkebunan berbasis riset yang kokoh.

“Kajian ini disusun sebagai bentuk dukungan teknis dan strategis untuk mendorong pengembangan subsektor perkebunan yang berkelanjutan, dengan kelapa sebagai komoditas unggulan. Melalui pendekatan berbasis data. (*)