Dari tahun ketahun desakan kepada masyarakat akar rumput adalah pemandangan yang memprihatinkan antara pedagang pasar sore Keluarahan Dondo Kecamatan Ratolindo dan aparat petugas penertiban.
Mereka adalah manusia yan berdiri berhadapan, dan rentang waktu yang panjang seakan terbuang sia sia tanpa ada solusi penyelesaian, bagaimana antara petugas penertiban dan padagang kecil akan hidup damai nyaman dalam posisi searah dalam menuaikan antara kewajiban dan hak mereka.
Tayangan viral di platfrom Facebook telah mengundang berbagai komentar pro dan kontrak saat kejadian penertiban Pasar Dondo Kecamatan Ratolindo kemarin, nah siapa yang harus disalahkan?
Bahwa ternyata hasil penelusuran perlu pembenahan managemen pasar sebelum dilakukan penertiban, betapa Pasar Sore Dondo adalah pusat jual beli masyarakat yang seharusnya menjadi ajang silaturahmi antara masyarakat, dan menjadi salah satu titik sumber pendapatan daerah jika semua berjalan sesuai keinginan dan tantanan yang seharusnya.
Catatan : H. Sam Asiku

Tempat parkir sangat strategi idealnya dialokasikan di belakang pasar, sehingga tidak terjadi kesenjangan, karena pembeli hanya satu arah dari gerbang depan pasar, tentu harus didukung oleh jalan lingkar.
Lokasi depan pasar menjadi jalur yang terlarang untuk parkiran, lebih elok pelu keterlibatan OPD terkait untuk mendata kawasan menjadi tempat yang asri dengan dibangun taman. Mengalokasikan sejumlah anggaran untuk kawasan mengatasi polemik adalah wajib sifatnyar prioritas, untuk pembenahan.
Jika penertiban dilakukan, apakah retribusi dipungut dari pedangan Kaki Lima ?
Jika itu ada, itu menjadi benang kusut, dilematis dalam pengambilan tindakan penertiban.
Perlu mandor pasar yang memiliki kavasitas sebagai petugas yang bijak dalam mengatur keamanan dan ketertiban serta mampu memberi himbauan-himbaun untuk penegakan perda atau regulasi apapun untuk menjadi pasar sore menjadi tempat yang sejuk dengan dinamikan jual beli yang akan meramaikan sektor perekonomian.
Sangatlah kontras jika Pemerintah daerah saat ini sedang mengimplentasiakan kolaborasi program strategi nasional dalam mewujudkan visi misi daerah, seperti pembangunan Sekolah Rakyat dikecamatan Tojo , Penamanan sawit di Kecamatan Ulubongka dan Kecamatan Ampana Tete, yang didukung unit peralatan pengolahan sudah ada di Ampana, bahkan informasi sudah membuka jalan jalan sepanjang 7 Km meter dengan lebar 20 meter di Kecamatan Ulubongka, serta peningkatan fasilatas olah raga yang dimegahkan dieca,atan Ampana Kota, sementara dikecamatan Raotilindo disuatu tempat yang berpotensi, gemuruh aktifitas masyarakat kecil masih merasa dirinya termarjinalkan adanya regulasi yang terkesan hanya mengejar keindahan dan kota yang tertata baik.
Seharusnya masyarakat kecil akan patuh, sebut saja mereka adalah pedagang Kaki Lima (PKL) jika ada kejelasan aturan dan kebijakan jika itu dilakukan dengan santun dan tegas, sehingga akan terbangun pemahaman hakiki, masyarakat tidak akan melakukan gerakan tambahan melawan kebijakan yang ada.Mereka akan tunduk dan patuh kedepan menjadi pedagang yang santun, mereka bukan pedagang barito lagi yang menetang.
Tak bisa dipungkiri keramain PKL di Pasar Sore Dondo dan beberapa tempat sepert pasar maraju yang berlokasi di Eks Pasar Lama Uentanaga dan pasar ikan pesisir pantar Ampana, dari sisi yang lain menjadi penorama menceriterakan geliat perekonomian rakyat masih ada, sangat berbeda dengan kesunyian serta keterpakuan pedagang lain, diam dan menunggu pembeli seperti keberdaanmereka yang berada dipasar Rakyat Sansarino.
Pasar sore Dondo adalah titik strategi menjadi peluang bagi daerah dan masyarakat,jika melihat animo masyarakat yang melakukan aktifitas jual beli setiap hari yang mulai jam 13.00 wita menyerap angka rupiah yang pantastis, apalagi disaat PNS dan ASN sedang menuai gaji, TPP.” Sejujurnya sektor belanja ASN dan PNS dapat dikatakan menentukan keramaian pasar.
Bahkan memungkinkan kedepan semakin berkembang dan ramai, jika pengambi keputusan menjiwai masyarakat bukan sebagai objek aturan, namun aktifitas mereka dilingungi oleh regulasi yang berpihak pada niat pemberdayan ekonomian di negeri sivia patuju yang hakeket pembentukannya semata untuk kemaslahatan dan kesejahteran masyarakat yang bermungkin didaerah ini.
Semoga sumber daya manusia yang ada di Pemda Tojo Una Una membantu mengatasi kelelahan dan kepenata bupati sebagai Top Leader, memberi jalan keluar dalam soal menjawab jeritan masyarakat pasar sore Dondo, agar meraka mencapai ketenangan dan kedamaian yang diharapkan menjadi motivasi mengungkit keatas sektor ekonomi rakyat. Semoga!(Samas)