KABUPATEN TOJO UNA-UNA

PASAR SORE DONDO KECAMATAN RATOLINDO MENYIMPAN POLEMIK BERTAHUN TANPA  SOLUSI

423
×

PASAR SORE DONDO KECAMATAN RATOLINDO MENYIMPAN POLEMIK BERTAHUN TANPA  SOLUSI

Sebarkan artikel ini

Tak hanya butuh tindakan tetapi kajian yang matang dalam menerapkan regulasi yang tepat

Dari tahun ketahun desakan kepada masyarakat akar rumput adalah pemandangan yang memprihatinkan antara pedagang pasar sore Keluarahan Dondo Kecamatan Ratolindo dan aparat petugas penertiban.

Mereka adalah manusia yan berdiri berhadapan, dan rentang waktu yang panjang seakan terbuang sia sia tanpa ada solusi penyelesaian, bagaimana antara petugas penertiban dan padagang kecil akan hidup damai  nyaman dalam posisi searah dalam menuaikan antara kewajiban dan hak mereka.

Tayangan viral di platfrom Facebook telah mengundang berbagai komentar pro dan kontrak saat kejadian penertiban Pasar Dondo Kecamatan Ratolindo kemarin, nah siapa yang harus disalahkan?

Bahwa ternyata hasil penelusuran perlu pembenahan managemen pasar  sebelum dilakukan penertiban, betapa Pasar Sore Dondo adalah pusat jual beli masyarakat yang seharusnya menjadi ajang silaturahmi antara masyarakat, dan menjadi salah satu titik sumber pendapatan daerah jika semua berjalan sesuai keinginan dan tantanan yang seharusnya.

Catatan : H. Sam Asiku

Tempat parkir sangat strategi  idealnya dialokasikan di belakang pasar, sehingga tidak terjadi kesenjangan, karena pembeli hanya satu arah dari gerbang depan pasar, tentu  harus didukung oleh jalan lingkar.

Lokasi depan pasar menjadi jalur yang terlarang untuk parkiran, lebih elok pelu keterlibatan OPD terkait untuk mendata kawasan menjadi tempat yang asri dengan dibangun taman. Mengalokasikan sejumlah anggaran untuk kawasan mengatasi polemik adalah  wajib sifatnyar prioritas, untuk pembenahan.

Jika penertiban dilakukan, apakah retribusi dipungut dari pedangan Kaki Lima ?

Jika itu  ada, itu menjadi benang kusut, dilematis dalam pengambilan tindakan penertiban.

Perlu mandor pasar yang memiliki kavasitas sebagai petugas yang bijak dalam mengatur keamanan dan ketertiban serta mampu memberi himbauan-himbaun  untuk penegakan perda atau regulasi apapun untuk menjadi pasar sore menjadi tempat yang sejuk dengan dinamikan jual beli yang akan meramaikan sektor perekonomian.

Sangatlah kontras jika Pemerintah daerah saat ini sedang mengimplentasiakan kolaborasi program strategi nasional dalam mewujudkan visi misi daerah,  seperti pembangunan Sekolah Rakyat dikecamatan Tojo , Penamanan sawit di Kecamatan Ulubongka dan Kecamatan Ampana Tete, yang  didukung unit peralatan pengolahan sudah ada di Ampana, bahkan informasi sudah membuka jalan jalan sepanjang 7 Km meter dengan lebar 20 meter di Kecamatan Ulubongka, serta peningkatan fasilatas olah raga yang dimegahkan dieca,atan Ampana Kota, sementara dikecamatan Raotilindo disuatu tempat yang berpotensi,  gemuruh aktifitas masyarakat kecil masih merasa dirinya  termarjinalkan adanya regulasi yang terkesan hanya mengejar  keindahan  dan kota yang tertata baik.

Seharusnya masyarakat kecil akan patuh, sebut saja mereka adalah pedagang Kaki Lima (PKL)  jika ada kejelasan aturan dan kebijakan jika itu dilakukan dengan santun dan tegas,  sehingga akan terbangun pemahaman hakiki, masyarakat tidak akan melakukan gerakan tambahan melawan kebijakan yang ada.Mereka akan tunduk dan patuh kedepan menjadi pedagang yang santun, mereka bukan pedagang barito lagi yang menetang.

Tak bisa dipungkiri keramain PKL di Pasar Sore Dondo dan beberapa tempat sepert pasar maraju yang berlokasi di Eks Pasar Lama Uentanaga dan pasar ikan pesisir pantar Ampana, dari sisi yang lain menjadi penorama menceriterakan geliat perekonomian rakyat masih ada, sangat berbeda dengan kesunyian serta  keterpakuan pedagang lain,  diam dan menunggu pembeli seperti keberdaanmereka yang berada dipasar Rakyat Sansarino.

Pasar sore Dondo adalah titik strategi menjadi peluang bagi daerah dan masyarakat,jika melihat animo masyarakat yang melakukan aktifitas jual beli setiap hari yang  mulai jam 13.00 wita menyerap angka rupiah yang pantastis, apalagi disaat PNS dan ASN sedang menuai gaji, TPP.” Sejujurnya sektor belanja ASN dan PNS dapat dikatakan menentukan keramaian pasar.

Bahkan memungkinkan kedepan semakin berkembang dan ramai, jika pengambi keputusan menjiwai masyarakat bukan sebagai objek aturan, namun aktifitas mereka dilingungi oleh regulasi yang berpihak pada niat  pemberdayan ekonomian di negeri sivia patuju yang hakeket pembentukannya semata  untuk kemaslahatan dan kesejahteran masyarakat yang bermungkin didaerah ini.

Semoga sumber daya manusia yang ada di Pemda Tojo Una Una membantu mengatasi kelelahan dan kepenata bupati sebagai Top Leader, memberi jalan keluar  dalam soal menjawab jeritan masyarakat pasar sore Dondo, agar meraka  mencapai ketenangan dan kedamaian yang diharapkan menjadi motivasi mengungkit keatas sektor ekonomi rakyat. Semoga!(Samas)