Pemerintah Daerah Kabupaten Tojo Una Una dibawah kepemimpinan Bupati Ilham Lawidu, SH dan Wakil Bupati Tojo Una Una Surya S.Sos, M.Si, memberi ruang partisipasi berbagai kalangan dalam menyerap saran dan pendapat menjadi komitmen bersama.
HUT Kabupaten Tojo Una-Una tahun 2025 adalah momen terbaik merefleksikan capaian Pemerintah Daerah Kabupaten Tojo Una Una, sejak terbentuk 22 tahun silam hingga pemerintahan bupati ke III tahun 2025.
Catatan : H. Sam Asiku Wartawan JPS Group
Purna bakti bukan menjadi alasan batas pengabdian anak negeri untuk tanah leluhurnya, hal itu dibuktikan oleh H. Nawatsara Panjili, SE, M.Si. Salah seorang pensiunan Aparatur sipil Negera (ASN) dijajaran birokrasi pemerintah daerah Kabupaten Tojo Una Una.
Ia menjalani masa pensiunan ASN dengan tenang, namun semangatnya ikut mendorong kemajuan daerah masih nampak ketika mencermati beberapa statemen, saat dilakukan wawancara dengan tokoh itu, bertempat dikantor Dinas Kominfo Tojo Una Una, saat doa syukuran PPPK Lingkup dinas itu, Selasa 4 Oktober 2025.
Mengawali Ucapannya, adalah harapan agar jajaran pemerintah daerah agar lebih kompak dalam membangun dan melakukan penataan pemerintah menjadi komitmen bersama dalam percepatan pembangunan Negeri Sivia Patuju di Tojo Una Una.
Menurtnya bangsa Indonesia saat ini sedang diperhadapkan dengan banyak persoalan, baik pada skala Internasional maupun nasional. Sebuah keputusan yang menjadi kebijakan presiden RI melakukan pemangkasan anggaran yang mengarah pada efisiensi anggaran, telah berdampak pada pemerintah daerah. “situasi itu, sangat tepat bagi kita merapatkan barisan dalam rangka menghadapi tantangan itu bersama.Ucap Nawatsara.
Ia melakukan penguatan, bahwa tidak semua persolan pembangunan diatasi dengan keuangan, paling tidak ketika kita semua mau merapatkan barisan, sehingga segala hal-hal kecil akan mampu diatasi secara bersama-sama. Suport Nawatsara,
Ia menyarankan beberapa tips yang perlu mendapat perhatian untuk pembenahan.
Diantaranya tata kelola pemerintahan, dan upaya menggali sumber pendapatan daerah, yang berpotensi untuk membiayai daerah ini.”bagaimana pemerintah bisa mendatangkan investor untuk menanamkan investasi di tempat sehingga pergerakan ekonomi yang ada di daerah itu bisa semakin dinamis. Ucapnya memberi spirit.
Menjawab soal tinjauannya tentang perjalanan pemerintah daerah saat ini.
Menurutnya belum ada yang impact.”pemerintah itu ada timeline-nya untuk sebuah penilaian. “tidak serta merta” Ucapnya bijak sebagai mantan pejabat yang berpengalaman.
Ia mendorong perlu dilakukan pembenahan guna percepatan, dimana etika pemerintahan sangat penting untuk menjadi perhatian dalam rangka pengembangan daerah. Terutama dalam menentukan anggaran pemerintah, yang memberikan dampak efek multiplayer terhadap pemerintahan yang ada.
Ia mencontohkan hal kecil, kita menggelar sebuah kegiatan yang dapat mendatangkan warga masyarakat dari tempat lain untuk berbelanja di daerah ini.” dengan sendirinya uang masuk dan terjadi perputaran ekonomi didaerah ini, tak luput agenda parawisata yang akan menarik wisatawan manca negara.
Terkait dengan perputaran ekonomi di Tojo Una Una, ia belum dapat memastikan apakah warga masyarakat Tojo Una Una berbelanja di luar atau tidak .”Ini butuh data yang akurat ujarnya diplomatis.
Dari berbagai proyeksi dalam percakapan menarik bersama H Nawasara Pajili, merefleksikan perkembangan dan pemerintahan selama kurang lebih 6 bulan. Paling tidak kita bisa melihat beberapa hal yang terkait dengan kualitas tata kelola pemerintahan, sudah berjalan dengan baik.
Point ini akan terukur oleh beberapa hal, diantaranya oleh aspek efisiensi dan akuntabilitas anggaran. “artinya seberapa jauh Pemerintah Daerah merealisasikan anggaran selama 8 bulan” Ujarnya.
Ia mengharapkan semua terserap termasuk ketepatan penggunaan anggaran yang ada.
Kemajuan suatu daerah, tidak hanya dipengaruhi karena banyak uang namun, ketepatan atau tidak tepat pemanfaatan anggaran, akan berdampak secara otomatis.
“Saya hanya menyarankan bagaimana ketepatan anggaran itu benar-benar digunakan berdasarkan kebutuhan dan harapan masyarakat, khususnya untuk program-program strategis” Ucap Nawat.
Nawatsara Panjili mengingatkan agar pemerintah daerah mengupayakan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Merupakan Opini audit tertinggi yang menunjukkan laporan keuangan sudah akurat dan bebas dari salah saji material yang material. “harapan saya kedepan pemerintah daerah tetap menjaga dan berupaya catatan-catatan WTP semakin diperkecil.” Ucapnya memberi dorongan.
Soal peningkatan pelayanan publik, menjadi harapannya sangat terkait dengan apa yang menjadi harapan dan keinginan masyarakat, kualitas dan kuantitas kecepatan pelayanan publik di organisasi perangkat daerah ini sangat perlu, dan hendaknya selalu dievaluasi untuk mengantisipasi kemacetan-kemacetan yang terjadi.
Untuk itu sangat penting adanya memperhatikan regulasi mengukur tingkat kepuasan masyarakat apakah masyarakat puas terhadap beberapa pelayanan di beberapa OPD. “Penting mengukur pelayanan itu memberikan dampak kepuasan tetap terjaga.” Ujarnya.
Sementara terkait dengan Reformasi birokrasi, menurutnya adalah menjaga birokrasi yang cukup kuat, termasuk upaya mewujudkan birokrasi yang bersih bebas dari KKN. Ujarnya.
“Tips Yang saya maksudkan ini tidak hanya pada level OPD, tetapi keseluruhan jenjang pemerintahan sampai ke tingkat Desa, tetap terjaga dengan baik.”
Nawat pada kesempatan menyentil soal APBDes yang merupakan dana desa, namun ada 10% anggaran dari Dana Alokasi Umum (DAU) sebagai penguatan APBDes untuk belanja operasional mendukung kegiatan pembangunan hendaknya digunakan dengan amanah dan menjaga sinergitas sesuai harapan pemda untuk mencapai Visi Misi bupati dan wakil bupati.
Selain itu pemda memprioritaskan optimalisasi petensi daerah, peningkatan Tata kelola keuangan, kerja sama instanasi vertikal dan pengembangan sektor unggulan.
“Maksud saya ada upaya-upaya nyata yang dilakukan, berkaitan dengan sektor pajak dan Retribusi untuk coba mengupayakan hal tersebut sehingga capaian target PAD tersebut, dalam selang waktu 8 bulan dan seterusnya sampai dengan 1 tahun itu bisa tercapai.”Ujarnya.
Dipenghujung ucapannya Nawat Sawa Panjili menyampaikan, ” ini adalah refleksi saya ke depan dan mengingatkan kepada seluruh teman-teman. Bahwa harapan dan tujuan untuk kemajuan daerah ini, bukan hanya menjadi harapan pemerintah yang memimpin, akan tetapi ini harapan seluruh rakyat dan harapan kita semua. Tandasnya. (samas)