JURNALPOLRISULTENG.ID – AMPANA. Kepala kantor Kementerian Agama Kabupaten Tojo Una-Una HM Syahrudin, MM memberi sambutannya pada penutupan STQH ke VII tingkat kabupaten Tojo Una-Una. Sabtu Malam 9 Nopember 2024.

Tanpa terasa kita telah sampai pada penghujung kegiatan STQH VII, pelaksanaan STQH ini mendapat sambutan yang hangat dari semua elemen masyarakat Kabupaten Tojo Una-una, baik pada tatanan pemerintahan hingga masyarakat luas. Kita menyaksikan bersama bagaimana kehadiran masyarakat di arena utama ini selama pelaksanaan STQH.
Alhamdulillah pada STQH kali ini, kita sudah sukses melaksanakan iven yang bergengsi, saya kira kita sependapat bahwa penyelenggaraan STQH kali ini dapat kita katakan ‘’suksess’’ dan sudah ada hasilnya sebagaimana telah diumumkan oleh Dewan Hakim telah menghasilkan qari-qariah yang baru, hafid-hafizdah yang baru.
Kepada saudara-saudari qari dan qariah, hafidz dan hafidzah, yang dinyatakan juara, janganlah berpuas diri, karena iven yang lebih besar masih ada di depan kita, tetaplah untuk berlatih untuk meningkatkan kualitas demi menghadapi iven yang lebih bergengsi pada ajang STQH Tingkat Provinsi yang akan digelar pada tahun 2025 mendatang, di Kabupaten Poso.
Demikian pula kepada Saudara saudari yang belum mendapatkan predikat juara, jangan pesimis dan minder, karena kejuaraan bukanlah tujuan, sesungguhnya tujuan utama kita semua adalah syiar Islam, dan mendapatkan amal kebajikan dan keridhaan Allah SWT.
Kami berterima kasih kepada segenap kafilah, wabilkhusus para Camat, jajaran LPTQ Kabupaten, LPTQ Kecamatan, KUA Kecamatan, dan seluruh kafilah atas kehadiran dalam STQH VII ini, kesabaran dalam menjalani komitmen yang telah kita bangun bersama, dan keikhlasan menerima hasil yang kita hasilkan bersama. Saya berharap kita akan selalu memperteguh komitmen untuk meningkatkan pembinaan bagi putra-putri kita, agar dapat tampil lebih siap pada iven-iven yang akan datang.
Meningkatkan kualitas peserta tidak saja bertujuan untuk lomba, tetapi lebih jauh dari itu karena kita meyakini dengan sungguh-sungguh bahwa Al Qur’an diturunkan Allah SWT untuk dijadikan pedoman, penjelasan dan pembeda antara yang benar dan yang salah. Secara harfiah Alqur’an berarti bacaan yang lengkap dan mulia. Alqur’an merupakan hudallinnas wabayyinat minal huda walfurqan.
Dalam sifatnya Alqur’an disebutkan sebagai al-qawaanin al ammah dan al-mabaadi alkulliyah suatu penekanan yang menyatakan bahwa alqur’an mengandung peraturan peraturan umum dan prinsip prinsip universal. Universalitas yang terkandung dalam alqur’an, menggambarkan bahwa alqur’an sangat sesuai dengan waktu, tempat dan perkembangan zaman.
Alqur’an tidak saja mengatur dan mengandung seruan kepada islam untuk mengucapkan dua kalimat syahadat, shalat, zakat, puasa dan naik haji semata. tetapi lebih dari itu Al Quran mengajarkan pula hal hal yang erat kaitannya dengan persoalan sosial kemasyarakatan dan kepentingan dunia.
Bahkan seorang orientalis Inggris Edward Gibon tahun 1894 yang dikutip Prof. dr. Abu Bakar dalam bukunya Sejarah Alqur’an mengatakan bahwa alqur’an adalah kitab agama, kitab kenegaraan, kitab perdamaian, kitab kemahkamahan bahkan kitab pedoman tentara dalam islam. Maka ini yang di sebut dengan salah satu keseimbangan yang terkandung dalam Al Qur’anul karim. Sungguh Allah menurunkan alqur’an dengan penuh kebenaran dan penuh keseimbangan.
Dalam kajian ilmu pengetahuan, Al Qur’an mampu melakukan prediksi pembenaran terhadap kejadian masa yang akan datang. Salah satunya adalah penemuan jasad seorang fir’aun yang diteliti oleh Loret seorang purbakalawan pada awal abad ke 12 SM..yang kemudian dibuktikan kebenaranya oleh Elliot Smith tahun 1907, ternyata benar bahwa mumi yang di angkat dari dasar laut itu adalah jasad fir’aun yang masih utuh. Hal ini jauh sebelumnya telah di terangkan dalam firman Allah :
“Pada hari ini, kami selamatkan badanmu, agar menjadi pelajaran bagi generasi yang akan datang, setelah kamu”
Konteks pembelajaran Al Qur’an sangat jelas jika diambil dari surah al’alaq. Dengan ayat pertamanya iqra yg berarti suatu seruan agar kita selalu giat membaca dan mengkaji Al Qur’an. Seleksi tilawatil qur’an merupakan bukti nyata suatu pengembangan dan pelestarian Al Qur’an.
Cabang cabang yang dilombakan seperti tilawah adalah ajakan agar selalu giat membaca Al Qur’an setiap saat. cabang tafsir merupakan spirit agar kita selalu melakukan kajian dan telaah terhadap isi kandungan alqur’an. Termasuk cabang Tahfidzul Qur’an atau menghafal Al Qur’an dan Alhadits. Ayat ayat Allah dan Hadits Hadits Nabi yang telah dihafal, akan menjadikan diri penghafal tersebut bagaikan jelmaan nur cahaya Allah SWT.
Al Qur’an memberikan tuntunan hidup bagi umat manusia yang sungguh-sungguh ingin mencari keselamatan dan kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat.
Secara khusus kepada tuan rumah Kecamatan Tojo Barat, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya. Saya kira kita sependapat, bahwa secara keseluruhan dapat kita katakan bahwa pelaksanaan STQH VII Tingkat Kabupaten Tojo Una-una di Desa Tombiano Kecamatan Tojo Barat ini sekali lagi ‘’suksess’’.
Tentunya kesuksesan ini adalah kesuksesan kita semua, kesuksesan tuan rumah dan kesuksesan para kafilah dari segenap Kecamatan se Kabupaten Tojo Una-una.
Akhirnya, saya mengucapkan selamat jalan kepada saudara saudari semua, semoga selamat sampai tujuan, panjang umur, dan berjumpa lagi dalam STQH VIII yang akan datang, semoga segala aktifitas kita semua mendapatkan berkah dan perlindungan Allah SWT.(Sam Asiku)