KABUPATEN TOJO UNA-UNA

Tak Semudah Membalik Telapak Tangan, Kabupaten Tojo Una Una Perlahan Keluar Dari Belenggu predikat Masyarakat Miskin

899
×

Tak Semudah Membalik Telapak Tangan, Kabupaten Tojo Una Una Perlahan Keluar Dari Belenggu predikat Masyarakat Miskin

Sebarkan artikel ini

JURNALPOLRISULTENG.ID – TOJO UNA UNA, Tak ada alasan bagi  Kabupaten Tojo Una Una yang memiliki berbagai potensi sumber daya alam,  yang terdapat didua wilayah kepulauan dan daratan, seyogyanya mampu menjamin bahkan  memakmurkan masyarakatnya.

Namun dalam realitas, Kabupaten yang dijuluki Tanah Sivia Patuju, beberapa priode sempat terbelenggu oleh predikat daerah tetinggal dan masyarakat miskin, bahkan pada level miskin ekstrim di provinsi Sulawesi Tengah.  

Fenomena itu menjadi  mimpi buruk sekaligus menjadi tantangan bagi  pemerintah daerah maupun masyarakat yang mendiami daerah itu yang saat ini dalam  kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Ilham Lawidu, SH dan Hj. Surya, S.sos, M.Si

Kondisi itu dapat dirasakan pada sikap masyarakat, kadang apatis bahkan kontroversi memahami predikat miskin, dari berbagai prosfektif yang didominasi prasangka buruk, sehingga menjadi bola liar, yang dimainkan oknum yang memanfaatkan kondisi terpurukan  daerah Tojo Una Una.

Masyarakat miskin menjadi wacana yang membosankan, pendapat dan informasi sepihak mencuat di media social, yang semakin memperburuk suasana, karena didominasi tudingan pada  Pemerintah Daerah yang tak bisa mengatasinya.

Untuk itu, perlu adanya keterbukaan dari pemenangku kepentingan, untuk memberi penerangan dan jawaban sebagai pencerahan pada masyarakat miskin, memastikan kriteria daerah soal predikat masyarakat miskin.

Hal ini sangat penting, untuk mengungah kesadaran dan tanggung jawab, yang tidak hanya bertumpu pada Pemerintah Daerah, akan tetapi menjadi perhatian semua pihak yang perlahan menguatkan pratisipasi dan inisiatif masyarakat, secara mandiri berusaha melepaskan dirinya dari jeratan miskin yang tidak elok didengar.

Foto Istimewa

Untuk mengetahui kondisi kekinian kabupatenTojo Una Una, yang dapat menekan angka kemiskinan, kepala Badan Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah                      (Bapperida), Mohammad Arsyad, S.E., M.Si, dimintai keterangannya  mengurai tentang penanganan Kemiskinan Tojo Una-Una 2025,  Efektif dan Berkelanjutan.

Menurutnya, Meskipun persentase kemiskinan Kabupaten Tojo Una-Una masih yang tertinggi di Sulawesi Tengah, terdapat tiga capaian penting sepanjang tahun 2025 yang patut digaris bawahi.Kamis, 29 Januari 2026.

Pertama, penurunan persentase kemiskinan di Kabupaten Tojo Una-Una merupakan yang terbaik di Sulawesi Tengah. Persentase penduduk miskin turun dari 16,36 persen pada tahun 2024 menjadi 14,67 persen pada tahun 2025, atau berkurang sebesar 1,69 persen poin.

Penurunan ini bahkan dua kali lipat lebih besar dibandingkan penurunan persentase kemiskinan Provinsi Sulawesi Tengah yang hanya sebesar 0,85 persen poin.

Hanya Kabupaten Sigi dan Morowali Utara yang mencatat capaian serupa, masing-masing sebesar 1,59 dan 1,57 persen poin.

Kedua, Kabupaten Tojo Una-Una berhasil menurunkan jumlah penduduk miskin lebih dari 2.500 jiwa pada tahun 2025. Ini merupakan kali pertama Tojo Una-Una mampu menurunkan jumlah penduduk miskin lebih dari 1.000 orang per tahun, bahkan melampaui angka 2.000 orang.

Selain itu, penurunan jumlah penduduk miskin di Tojo Una-Una tahun 2025 menempati posisi kelima terbaik setelah Kabupaten Sigi, Poso, Parigi, dan Kota Palu.

Ketiga, dan yang terpenting, kondisi ekonomi penduduk miskin di Kabupaten Tojo Una-Una semakin membaik. Selisih rata-rata pengeluaran penduduk miskin terhadap garis kemiskinan semakin kecil, tercermin dari Indeks Kedalaman Kemiskinan yang turun dari 2,04 menjadi 1,69. Variasi pengeluaran penduduk miskin juga semakin menyempit, ditunjukkan oleh penurunan Indeks Keparahan Kemiskinan dari 0,40 pada tahun 2024 menjadi 0,28 pada tahun 2025. Perbaikan kedua indikator ini menegaskan bahwa penanganan kemiskinan di Kabupaten Tojo Una-Una berjalan efektif, sehingga upaya pengentasan kemiskinan ke depan akan lebih mudah.(Sam Asiku)