Polres Bangkep

Tersangka Penganiayaan di Desa Bongganan Ditahan Satreskrim Polres Bangkep

×

Tersangka Penganiayaan di Desa Bongganan Ditahan Satreskrim Polres Bangkep

Sebarkan artikel ini
Tersangka Penganiayaan di Desa Bongganan Ditahan Satreskrim Polres Bangkep. (Foto VR)

JPSULTENG, Salakan – Seorang pria berinisial GA (19) resmi ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh Satreskrim Polres Banggai Kepulauan atas dugaan penganiayaan di Desa Bongganan, Kecamatan Tinangkung. Penahanan ini dilakukan setelah penyelidikan intensif oleh Unit Idik IV TIPIDTER Satreskrim Polres Bangkep.

Tersangka Penganiayaan di Desa Bongganan Ditahan Satreskrim Polres Bangkep. (Foto VR)

Kasat Reskrim Polres Bangkep, AKP Makmur, S.H., mengungkapkan bahwa peristiwa penganiayaan terjadi pada Selasa, 18 Maret 2025, sekitar pukul 23.30 WITA. Saat itu, korban berinisial AA sedang menjemput temannya di lokasi kejadian. Insiden bermula dari senggolan antara sepeda motor korban dan tersangka, yang kemudian memicu emosi GA hingga melakukan pemukulan ke bagian kepala korban. Akibatnya, AA mengalami luka di pelipis mata sebelah kiri.

Korban melaporkan kejadian tersebut ke Polres Bangkep pada 19 Maret 2025, dengan nomor laporan LP/B/16/III/2025/SPKT/Polres Bangkep/Polda Sulawesi Tengah. Berdasarkan laporan tersebut, polisi segera melakukan penyelidikan dan menetapkan GA sebagai tersangka.

“Saat ini, kasus ditangani oleh Unit Idik IV TIPIDTER Satreskrim Polres Bangkep. Kami juga telah mengamankan barang bukti yang berkaitan dengan kasus ini,” jelas AKP Makmur.

Pada Rabu, 26 Maret 2025, sekitar pukul 11.00 WITA, tersangka GA menjalani pemeriksaan di Polres Bangkep. Setelah pemeriksaan, polisi memutuskan untuk melakukan penahanan di Rutan Polres Bangkep guna kepentingan penyidikan lebih lanjut.

“Kami telah menahan tersangka GA untuk memastikan proses hukum berjalan dengan baik,” tegas AKP Makmur.

Atas perbuatannya, tersangka GA dijerat dengan Pasal 351 Ayat (1) KUHP tentang penganiayaan, dengan ancaman hukuman maksimal dua tahun delapan bulan penjara. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa pakaian korban sebagai bagian dari proses penyidikan.(*)