Pemda Banggai

Usai Sosialisasi Koperasi Merah Putih, Bupati Amirudin Pimpin Rapat Evaluasi Penanganan Sampah

670
×

Usai Sosialisasi Koperasi Merah Putih, Bupati Amirudin Pimpin Rapat Evaluasi Penanganan Sampah

Sebarkan artikel ini

JURNALPOLRISULTENG.ID, BANGGAI – Usai memberikan arahan dalam kegiatan Sosialisasi Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Banggai, Bupati Banggai Ir. H. Amirudin, M.M. langsung memimpin Rapat Evaluasi Penanganan Sampah.

Rapat tersebut digelar di Ruang Tamu Bupati Banggai, Senin (22/04/2025), dan dihadiri oleh Dr. H. Sutomo, S.Pi., M.Si. selaku Staf Khusus Menteri Agama RI Bidang Hubungan dan Kerja Sama Kelembagaan, Kepala Dinas PUPR bersama jajaran, Kepala BRIDA yang diwakili oleh Sekretaris BRIDA, para Camat dari Luwuk, Luwuk Utara, dan Luwuk Selatan, serta Kabag Hukum dan Kabag Prokopim Setda Banggai.

Bupati Amirudin menjelaskan bahwa rapat ini secara khusus melibatkan instansi terkait guna merespons banyaknya keluhan masyarakat mengenai kebersihan dan persoalan sampah. Oleh karena itu, ia ingin mendengar langsung penjelasan dari para pemangku kepentingan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banggai, Judi Amisudin, S.H., M.H., memaparkan kondisi terkini pengelolaan sampah di wilayah Kota Luwuk. Sementara itu, Kabag Hukum Setda Banggai, Zainuddin Saluki, S.H., M.H., turut menjelaskan berbagai regulasi terkait persampahan, termasuk sanksi bagi para pelanggarnya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Amirudin menegaskan bahwa pemerintah daerah terlebih dahulu akan memfasilitasi masyarakat dengan sarana dan prasarana pengelolaan sampah, mulai dari kendaraan pengangkut hingga tempat pembuangan sementara sebelum dibawa ke tempat pembuangan akhir (TPA).

“Setelah semuanya difasilitasi namun masih ada pelanggaran, barulah diberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku,” tegas Bupati.

Staf Khusus Menteri Agama RI, Dr. Sutomo, tampak mengikuti diskusi dengan saksama. Ia menyatakan siap bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Banggai untuk membantu menangani permasalahan sampah. Dalam kesempatan itu, ia juga menjelaskan berbagai solusi pengelolaan sampah di kota-kota besar, termasuk sistem pengangkutan dan pengelolaan sampah di lingkungan pesantren dengan memanfaatkan kendaraan roda tiga (Viar).

Sebagai inisiator dan fasilitator yang kerap menggandeng lembaga pemerintah maupun swasta dalam pengadaan alat dan pelatihan melalui program CSR, serta menjembatani kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah, Dr. Sutomo berharap persoalan sampah di Kabupaten Banggai, khususnya Kota Luwuk, dapat segera diatasi. (*)