Kabupaten Bangkep

Warga Desa Liang Keluhkan Kelangkaan BBM di SPBU Liang, Diduga Hanya Dijual ke Pengecer

691
×

Warga Desa Liang Keluhkan Kelangkaan BBM di SPBU Liang, Diduga Hanya Dijual ke Pengecer

Sebarkan artikel ini

JPSULTENG, Banggai Kepulauan – Warga Desa Liang, Kecamatan Liang, Kabupaten Banggai Kepulauan, Provinsi Sulawesi Tengah, mengeluhkan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis bensin di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Liang.

Meski suplai BBM rutin tiba, bensin di SPBU ini sering kali habis hanya dalam 5 hingga 7 jam setelah dibuka, diduga karena banyak dijual kepada pengecer daripada kepada warga setempat.

Seorang warga yang menyampaikan keluhannya kepada media Jurnal Polri Sulteng Biro Bangkep menuturkan, suplai BBM ke SPBU Liang biasanya datang setiap dua hari sekali.

“Tiap dua hari sekali mobil tangki BBM masuk ke SPBU Liang, tetapi anehnya, SPBU baru dibuka siang hari, kadang pukul 11.00, dan ditutup pada pukul 17.00. Jumlah kendaraan yang mengisi BBM juga tidak banyak, hanya sekitar 50 motor dan 20–30 mobil, tetapi bensin selalu habis,” ujarnya.

Warga tersebut menambahkan bahwa penjualan BBM diduga dilakukan pada malam hari kepada pengecer. Menurutnya, banyak kendaraan jenis open cup yang terlihat hilir mudik pada malam hari saat stok bensin tersedia.

Ia menduga BBM dari SPBU Liang disalurkan kepada pengecer yang membawa jergen dan kemudian dijual ke berbagai desa, seperti Apal, Basosol, Kinandal, Okumel, hingga ke desa Tolulos, Alakasing, dan Patukuki.

“Kalau penjualan bensin terus-menerus hanya untuk para pengecer, lalu BBM subsidi ini sebenarnya untuk masyarakat atau justru untuk para pengecer?” tanya warga dengan nada kecewa.

Warga juga mengungkapkan, pihak SPBU memanfaatkan kondisi ini dengan menjual BBM kepada pengecer seharga Rp10.000 per jergen.

Jika rata-rata mereka menjual 200–300 jergen per hari, maka keuntungan yang diraup pihak SPBU bisa mencapai jutaan rupiah per hari.

Warga Desa Liang berharap agar aparat penegak hukum segera mengambil tindakan untuk mengatasi masalah ini.

Mereka meminta pihak kepolisian, mulai dari Kapolres Banggai Kepulauan hingga Kapolda Sulteng, turut memantau penjualan BBM di SPBU Liang serta mencegah penjualan BBM subsidi kepada pengecer.

Selain itu, warga juga meminta kepada Menteri BUMN Erick Thohir, Kepala Pertamina Sulawesi Tengah, dan Kepala Pertamina wilayah Sulutenggo untuk melakukan pengawasan ketat terhadap SPBU Liang dan memberikan sanksi tegas kepada pihak yang terbukti melanggar aturan penjualan BBM subsidi.

Keluhan warga semakin bertambah saat beberapa malam lalu, dua mobil tangki Pertamina terlihat mengarah ke SPBU Liang pada Jumat malam, namun ternyata SPBU tetap tidak melakukan penjualan pada hari berikutnya.

“Hari Sabtu, masuk lagi satu mobil tangki yang parkir di halaman SPBU. Karena hari Minggu SPBU tutup, seharusnya pada hari Senin kami bisa mendapatkan bensin, tapi SPBU tidak juga dibuka,” ungkap warga.

SPBU Liang baru kembali membuka layanan pada hari Selasa, tetapi hanya beroperasi dari pukul 10.00 hingga 17.00. Meski begitu, bensin kembali habis dalam beberapa jam, sementara banyak warga yang belum mendapatkan giliran mengisi BBM.

“Kami hanya meminta hak kami sebagai penerima subsidi BBM dari pemerintah. Kalau mau jual ke pengecer, silakan, tapi sediakan juga BBM untuk kami masyarakat umum. Kami butuh BBM untuk aktivitas sehari-hari, seperti perjalanan pulang-pergi ke Salakan,” ucap salah seorang Warga Desa Liang yang tak mau disebutkan namanya.

Warga Desa Liang berharap, jika SPBU Liang terus-menerus menjual BBM kepada pengecer, pihak Pertamina Rayon Sulutenggo mempertimbangkan pembatalan izin SPBU tersebut atau menggantinya dengan sistem distribusi manual.

Hingga kini, masyarakat menunggu respons dan tindakan nyata dari pihak berwenang untuk mengatasi masalah distribusi BBM yang tidak adil ini, dan Sampai Berita Ini tayang belum ada tanggapan dari pihak SPBU. ***