DINSOS BANGGAI

Dinsos Banggai Rujuk ODGJ Asal Desa Sayambongin Kecamatan Nambo ke Palu Untuk Rehabilitasi

23
×

Dinsos Banggai Rujuk ODGJ Asal Desa Sayambongin Kecamatan Nambo ke Palu Untuk Rehabilitasi

Sebarkan artikel ini

JURNALPOLRISULTENG.ID, BANGGAI – Dinas Sosial Kabupaten Banggai berencana membawa penderita Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) bernama Sahril ke Palu, Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah, untuk mendapatkan rehabilitasi agar dapat kembali bermasyarakat.

Terkait rencana tersebut, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Banggai, Hariadi Bola, kepada pewarta, Selasa (21/7/2026), menjelaskan bahwa penderita ODGJ harus mendapatkan penanganan khusus melalui tindakan rujukan medis dengan fasilitas yang memadai.

“Rencananya malam ini kami akan bawa ke Palu,” ungkap Hariadi usai melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi Sahril.

Ia menjelaskan, Sahril yang merupakan warga Desa Sayambongin, Kecamatan Nambo, harus mendapatkan penanganan khusus sebagai penderita ODGJ. Saat ini, pihaknya berfokus pada proses evakuasi secara humanis, termasuk menjalankan program bebas pasung.

“Pasien seperti Sahril harus mendapatkan pelayanan rehabilitasi. Tadi saya sudah melihat langsung kondisinya, kasihan juga,” ucap Hariadi.

Meskipun baru sepekan diamanahkan oleh Bupati Banggai, Ir. Amirudin, untuk memimpin Dinas Sosial, Hariadi mulai menunjukkan kinerjanya dengan beberapa kali turun langsung ke wilayah kecamatan untuk menangani berbagai persoalan sosial.

Terkait biaya transportasi menuju Palu, Hariadi menjelaskan bahwa untuk sementara akan ditanggung terlebih dahulu oleh pihak keluarga Sahril secara mandiri. Setelah itu, Dinas Sosial Kabupaten Banggai akan mengganti biaya transportasi tersebut.

“Untuk sementara dilakukan secara mandiri, nanti setelah itu baru diganti uang transportasinya dari Dinas Sosial,” ujarnya.

Di akhir keterangannya, Hariadi menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Banggai di bawah kepemimpinan Bupati Ir. Amirudin dan Wakil Bupati Furqanuddin Masulili akan terus melakukan respons cepat dalam membebaskan penderita ODGJ yang masih dipasung oleh keluarganya akibat keterbatasan ekonomi.

“Kami akan mengupayakan evakuasi penderita ODGJ secara persuasif dan humanis. Rujukan rehabilitasi sangat penting agar pasien tidak semakin tertekan. Semoga bisa sembuh dan kembali bermasyarakat,” tutupnya. (**)